SELASA , 12 DESEMBER 2017

Pakar Sebut AS Beri Shock Therapy ke Jokowi

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Selasa , 24 Oktober 2017 20:20
Pakar Sebut AS Beri Shock Therapy ke Jokowi

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pengajar ilmu hubungan internasional di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menduga penolakan terhadap Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk memasuki Amerika Serikat bisa jadi salah satu strategi negara adikuasa tersebut.

Menurutnya, bisa jadi pemerintah AS sedang melakukan shock therapy terhadap pemerintah Indonesia, karena selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo terkesan condong ke Tiongkok daripada ke negeri yang kini dipimpin Donald Trump itu.

“Saya kira juga ada kemungkinan ditolaknya Panglima TNI masuk ke AS sebagai bentuk shock therapy dari AS, karena ketergantungan Indonesia terhadap China lebih besar daripada AS,” kata Ujang di Jakarta, Selasa (24/10).

Menurut Ujang, AS bisa menggunakan berbagai hal sebagai alasan untuk menolak Gatot. Terlebih, AS tak membeberkan secara transparan tentang alasan US Customs and Border Protection (CBP) menolak Gatot.

Tak hanya itu, kata dia, Kedutaan Besar AS di Jakarta juga tidak menyampaikan klarifikasi yang jelas tentang penyebab Jenderal Gatot ditolak masuk AS. Sebab, Wakil Dubes AS Erin Elizabeth McKee hanya meminta maaf tentang insiden CBP menolak kunjungan Gatot.

Meski demikian, Ujang mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang merespons penolakan itu. Dengan demikian pemerintah AS bisa segera mengoreksi kebijakan yang ada.

“Tapi maski demikian, saya kira penolakan ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Indonesia,” pungkas Ujang. (gir/jpnn)


div>