MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Pakar Sebut Kadis Pendidikan Makassar Lakukan Eksploitasi Pendidikan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 September 2017 16:45
Pakar Sebut Kadis Pendidikan Makassar Lakukan Eksploitasi Pendidikan

Pakar politik eks UVRI Makassar, Syaifudin Almugny (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dunia pendidikan kembali gempar, saat Guru, siswa dan Wali murid di kota Makassar digiring ke politik praktis oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makaassar, Ismunandar yang notabene adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akibat kecerebohan Ismunandar, masyarakat menilai dia telah menggalang dukungan kepada guru, orang tua siswa, dan siswa untuk menjadi bakal calon Wakil Wali Kota Makassar.

Terkait hal itu, Pakar politik eks UVRI Makassar, Syaifudin Almugny menyebutkan, Ismunandar yang mengedarkan formulir dukungan pada siswa SD, SMP di sekolah dan mengintruksikan agar anak murid memberikan formulir kepada orang tuanya masing-masing, dinilai sebagai suatu pelanggaran disiplin yang mengarah ke eksploitasi pendidikan.

“Galang dukungan politik melalui formulir dari sekolah untuk mendukung kadis. Itu namanya eksploitasi politik. Karena melanggar juga aturan ASN,” ujarnya, Rabu (27/9/2017).

Menurut penulis buku berjudul “Sistem Politik Kaum Pinggiran” ini, menurunkan eksploitasi politik, dalam sejarah hanya dikenal dengan eropasentrisme, awal mula lahirnya kolonialisasi. Praktek eksploitasi tak lebih dari praktek penjajah.

Lanjut dia, terkait Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, suasananya masih bergerak dinamis. Tetapi perilaku politik terkadang sulit dikontrol.

Mantan aktivis 1998 ini menilai tindakan menggalang siswa dsn orang tua ke rana politik adalah merupakan kejahatan politik zaman modern.


div>