JUMAT , 15 DESEMBER 2017

Pakar Sebut Poros Baru Demokrat-Hanura Ancam NA

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Rabu , 18 Oktober 2017 20:06
Pakar Sebut Poros Baru Demokrat-Hanura Ancam NA

Adi Suryadi Culla, Pengamat Politik Unhas

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Konstalasi Pilgub Sulsel 2018 semakin menghangat. Jika sebelumnya kubu Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) “sesumbar” merebut rekomendasi sejumlah partai politik, maka pasca Megawati Soekarnoputri membawa PDIP sebagai pengusung utama “The Proffessor”, kini mulai berubah.

Hanya hitungan jam setelah NA-ASS mengantongi rekomendasi PDIP, NA yang sempat menaruh harapan bisa diusung Partai Demokrat, justru balik “menantang” partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu agar memunculkan poros koalisi baru. Apalagi, hubungan PDIP dan SBY selama ini selalu bersebrangan.

Perubahan sikap mendadak NA ini memunculkan spekulasi. Apakah NA mendapat “bisikan” dari Megawati untuk menjadikan PDIP sebagai satu-satunya partai besar secara nasional menjadi pengusung utamanya atau memagari Bupati Bantaeng ini untuk tidak “mengemis” ke Partai Gerindra dan Partai Demokrat lagi.

Pakar politik Unhas Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan perkembangan arah dukungan Parpol saat ini sangat dinamis. Ia menilai langkah PDIP yang mengusung NA akan membuat partai lain di luar non parlemen bisa berbalik arah.

Bahkan, kata dia, poros baru yang akan digagas Partai Demokrat dan Partai Hanura akan menjadi penantang atau ancaman bagi figur lain. Lebih khusus ancaman bagi NA yang selama ini mendengungkan untuk mengendarai Demokrat di Pilgub.

“Demokrat berinisiatif membuat poros tengah ini, bisa saja jadi ancaman juga bagi NA. Ruang gerak NA untuk dapat Demokrat semakin sempit,” kata Adi, Rabu (18/10).

Menurutnya, statement NA yang ingin menantang poros baru Partai Demokrat bisa jadi senjata bagi pengurus Partai Demokrat sehingga melakukan perlawanan dengan mengusung figur yang menjadi lawan NA.


div>