• Minggu, 23 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Paket Supomo-Kadir Dipandang Sebelah Mata

IPI Bilang, Peluang Menang Tipis

Sabtu , 30 Maret 2013 10:55
Total Pembaca : 425 Views
Grafis : Mauluddin/rakyatsulsel

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Teka-teki siapa yang akan diusung sebagai calon wali kota Makassar pada Pilwalkot September mendatang mulai terkuak. Ternyata, peluang Ketua DPD II Golkar Makassar Supomo Guntur, sudah hampir 100 persen mengendarai Golkar.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menegaskan Supomo hampir pasti menjadi calon wali kota Golkar. “Calon wali kota kan ada Supomo. Apa yang mau ditanyakan lagi? Mengenai wakilnya masih menunggu keputusan dan saya yakin keputusan DPP akan berdasar pada hasil Survei,” bebernya kepada wartawan, kemarin.

SYL juga menegaskan, kalau penentuan pasangan calon wakil wali kota Makassar nantinya, akan tetap merujuk pada hasil kajian dan survei yang membaca semua gerakan kader di bawah melakukan sosialisasi. Kalau ada anggapan bahwa DPP akan melakukan voting untuk menentukan pasangan yang akan maju, menurutnya, itu adalah langkah terakhir yang akan diambil DPP jika menemui jalan buntu.

“Saya memiliki keyakinan besar DPP tidak akan melakukan voting dalam melakukan penentuan pasangan maju di Pilwalkot Makassar,” kata Syahrul.

Menurutnya, survei yang dilakukan DPP nantinya semuanya akan dapat terbaca siapa pasangan di Pilwalkot karena DPP memiliki sejumlah tahapan dalam menentukan pasangan calon wali kota Makassar. Kendati ada tiga nama yang sudah di dorong DPD I Sulsel ke DPP untuk dikaji menjadi pendamping Supomo, semuanya itu nanti dilihat siapa yang terkuat dari tiga calon tersebut?

“Yang jelas di Golkar tidak menuntut kemungkinan pasangan Golkar-Golkar akan terjadi, dan semuanya itu dihasilkan dari survei,” tuntasnya.

Nah, saat ini untuk posisi wakilnya Supomo, masih menjadi rebutan panas dua tokoh Golkar, yaitu Sekretaris Golkar Makassar Farouk M Beta dan anggota DPRD Sulsel Kadir Halid, yang tak lain adik dari Nurdin Halid.

Dari dua nama ini, sama-sama berpeluang. Namun banyak yang menganggap, bila paket Supomo dengan Aru — panggilan Farouk –, akan menjadi paket yang kuat. Berbeda dengan paket Supomo-Kadir yang dipandang sebelah mata oleh rival-rivalnya. Dianggap kurang greget alias bukan ancaman serius bagi rival Golkar, seperti Demokrat yang santer merekomendasikan Danny Pomanto sebagai bakal calon wali kota.

Master Campaign (MC) Idris Manggabarani (IMB), Supriansa menilai, paket Supomo-Kadir bukan pasangan yang menakutkan. “Pasangan ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Lain jika Supomo-Farouk M Betta atau Haris Yasin Limpo, itu baru menggetarkan. Tapi bagus juga kalau Golkar tidak menurunkan pasangan terbaiknya di pertarungan Pilwakot Makassar,” kata Supriansa, baru-baru ini di Jakarta.

Di mata Supriansa secara pribadi, Andi Idris Manggabarani bisa saja berpasangan sesama kader Demokrat atau pasangan di luar Partai Demokrat, seperti Danny Pomanto “Bisa saja Idris Manggabarani-Andri Arief Bulu (AAB) atau Idris-Adi Rasyid Ali (ARA). atau di luar Partai bisa saja IMB -Uceng dan IMB-Anis Kama. Sampai saat ini masih banyak calon pendamping IMB yang mencuat satu per satu. Dan semua calon nanti akan di koordinasikan dengan partai pengusung sebelum ditetapkan.

Supriansa sempat bertemu dengan AAB di Coffee Bean Plaza Indonesia Jakarta, Selasa 26 Maret. Meski belum dibicarakan soal paket, namun menurut dia, penjajakan ke arah itu bisa saja terealisasi. “Belum ada resmi dari partai. Saya ini hanya mengkomunikasikan saja. Yang pasti bukan hal tabu kader Demokrat bisa saling berpasangan,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Rakyat Sulsel, calon yang memiliki kans kuat yang akan diusung Golkar adalah Supomo Guntur dan Kadir Halid, yang didukung langsung oleh kakak kandungnya Nurdin Halid, yang juga sebagai Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi.

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, membenarkan jika penetapan calon nanti ada ditangan tim DPP Golkar dalam hal ini Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan juga termasuk dirinya. Selain itu, keputusan juga akan diambil bersama tim Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi, dan DPD I Golkar Sulsel.

“Keputusannya nanti akan diputuskan dipusat. Tetapi kami juga masih menunggu hasil survei internal partai siapa calon yang kuat,” kata Idrus Marham, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (27/3).

Pengurus Partai Golkar lainnya, Muhammad Ikhsan Ingratubun, juga menilai jika Supomo dan Kadir Halid memiliki kans yang sangat kuat di DPP Golkar. Makanya ia yakin jika kedua calon inilah yang akan diusung partainya untuk Pilwalkot Makassar nanti.

“Fatsun politik di Golkar sangat kental. Karena itu, siapa calon yang kuat di pusat maka dialah yang bisa dipilih,” ujar Ikhsan, Putra Sulsel yang sukses menjadi pengusaha di jakarta, saat ditemui di Rumah Makannya, Jl Ampera, Jakarta, Rabu (27/3) lalu.

Ikhsan menjelaskan, hierarki di Golkar sangat jelas, jika DPD II membelot, bisa diambil alih oleh DPD 1, tetapi jika mbalelo juga, maka DPP bisa ambil alih keputusannya. Maka dari itu, keputusan pusat-lah yang sangat menentukan. Meskipun calon yang akan maju nanti memiliki basis massa, dukungan, dan loyalis yang banyak di daerah, masih bisa dipatahkan oleh keputusan di DPP Golkar.

Ia juga membeberkan, jika informasi pencalonan Supomo dan Kadir Halid sudah sampai di Ketua DPD 1 Golkar Syahrul Yasin Limpo. Hanya menurutnya, SYL masih menunggu momentum yang tepat, yaitu setelah pelantikannya sebagai Gubernur Sulsel untuk periode yang kedua selesai baru SYL akan berbicara soal calon yang akan diusung partai Golkar di Pilwalkot makassar.

Hal senada juga pernah diutarakan Wakil Sekjen Balitbang DPP Partai Golkar, Ali Muchtar Ngabalin. Ia menilai calon kuat yang akan diusung Partai Golkar di Pilwalkot Makassar adalah Supomo dan Kadir Halid. “Saya kira calon yang kuat di Pilwalkot Makassar adalah Supomo dan Kadir Halid. Keduanya memiliki peluang yang kuat dalam survei internal Partai Golkar,” kata Ali Mochtar.

Namun, relawan tim Sampan Induk menginginkan agar Supomo berpasangan dengan Aru. Alasannya, bila tetap ngotot Supomo-Kadir, maka peluang kemenangan Pilwalkot akan diambil rival lain, seperti Danny Pomanto. Hal ini dikatakan salah satu tim Sampan Induk, Roy. “Golkar sebaiknya selektif menentukan kandidat pasangan Supomo, jangan salah pilih, karena ini akan berakibat patahnya langkah Golkar untuk menang,” ungkap Roy malam tadi.

Ungkapan senada datang dari Direktur Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, yang meminta Golkar selektif menentukan wakil Supomo. Menurutnya, bila Supomo-Kadir maka peluang menang tipis. “Jadi pasangan Supomo-Kadir harus menjadi pertimbangan khusus DPP dan DPD I Golkar untuk bisa menentukan kemenangan di Pemilukada Makassar,” ulasnya

Wakil Sekretaris Golkar, Usman Sofyan, mengatakan, perjuangan Supomo dan Aru saat Pemilihan Gubernur Sulsel sangat besar. “Kami yakin, kalau Supomo-Aru dipaketkan maka kemenangan Golkar di Pemilukada Makassar dapat dicapai dengan mudah,” ulasnya.

 

Muka Baru Melejit, Adil-IMB Tertinggal

 

Sementara itu, dalam survei yang dilakukan tiga lembaga survei, yaitu Adhyaksa Supporting House, LSI, dan IPI, menempatkan Rusdin Abdullah dan Danny Pomanto sebagai kandidat wali kota yang memiliki trend kenaikan signifikan. Sementara wajah lama justru mengalami  penurunan.

Direktur Adhyaksa Supporting House Irfan AB menilai sosok pendatang baru yang mau dikata baru bekerja sejak tahun 2012 mampu menyalip kandidat calon wali kota Makassar yang sudah empat hingga lima tahun melakukan kerja-kerja politik.

“Memang ada dua muka baru yang menjadi perhatian, yakni Danny Pamanto dan Rusdin Abdullah. Mereka berpotensi menyalip muka lama,” katanya.

Hasil survei Adhyaksa, menempatkan Supomo dan Rudal memiliki elektabilitas di atas 20 persen, melampui IMB dan Adil Patu yang sudah lama melakukan sosialisasi. Bahkan Rudal memiliki popularitas 70 persen. “Ini artinya muka lama tidak memiliki pengaruh terhadap elektabilitas, akan tetapi kalau popularitas semuanya memiliki kualitas yang baik,” tambah Irfan.

Sedang survei IPI, juga menempatkan Rudal dan Danny Pomanto naik secara signifikan.

Sementara survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang merilis surveinya juga menempatkan posisi Supomo Guntur di posisi teratas dengan elektabilias 28,8 persen, IMB 18,3 persen, Rudal 9,8 persen, Adil Patu 9,8 persen dan Danny Pomanto. (RS10-RS6)