SABTU , 17 NOVEMBER 2018

PAN Goda None

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 05 April 2017 09:35
PAN Goda None

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 mendatang, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel, mengisyaratkan untuk mengusung kembali Irman Yasin Limpo, sebagai Calon Wali Kota.

Partai berlogo matahari terbit ini dikabarkan tengah mengincar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel itu untuk mengulang duel pada pilwalkot 2013 lalu melawan petahana Wali kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Irfan AB menyebutkan nama Irman yang akrab disapa None ini masuk dalam daftar calon yang akan diusung PAN di Pilwalkot Makassar.”Tak hanya None. Ada beberapa nama itu di Makassar, seperti Hamzah Hamid, Yusran Paris dan None. Ini yang akan didorong melalui survei,” kata Irfan, Selasa (4/4).

PAN sendiri pernah mengusung None berpaket dengan Ketua PAN kota Makassar Busrah Abdullah pada Pilwalkot Makassar 2013 lalu. Kedua pasangan ini dianggap sukses meskipun kalah dengan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal. Capaian suara Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah, yang diusung PAN dan PPP kala itu sebesar 114.032 (19,48 persen), atau berada di posisi runner up. “Kita anggap None cukup berhasil pada waktu itu, Keberhasilan itu karena None hanya bekerja sekitar tiga bulan dan mampu menempati urutan ke dua dalam perolehan hasil Pilwalkot 2013,” katanya.

Karena itu kata Irfan masih sangat memungkinkan PAN bakal mengusung None di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, untuk dipaketkan dengan sejumlah nama lainnya. “Semua nanti diputuskan melalui rapat. Sepanjang surveinya bagus, None punya kans,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua DPW PAN Sulsel, Usman Lonta mengungkapkan PAN tengah mengakomodasi sejumlah figur internal dan eksternal untuk dilakukan survei menjelang Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Khusus untuk Kota Makassar, lanjut Usman, sampai saat ini Partainya masih memikirkan untuk mengusung figur yang punya elektabilitas tinggi. “Dengan modal 4 kursi kita memang punya ruang untuk mengusung Kader, atau lihat figur eksternal yang elektabilitasnya tinggi,” tuturnya.

Usman menambahkan, kader PAN di Kota Makassar banyak yang memiliki mental petarung. Namun jika akhirnya sampai pada proses di KPU tidak ada kader yang siap, PAN akan membuka komunikasi dengan partai lain. “Kalau ada, tentu kita harus apresiasi. Di Makassar beberapa kader punya mental petarung seperti, Yusran Paris, Busrah Abdullah, dan termasuk ketua PAN Hamsah Hamid, kalau mereka mencoba membangun komunikasi dengan koalisi partai, pasti sangat indah karena memiliki basis,” terang Usman Lonta.

[NEXT-RASUL]

Terpisah, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, peluang klan YL di Pilwalkot sangat memungkinkan. Pasalnya, klan YL sudah pernah mengikuti kontestasi lima tahun sekali tersebut dan tentunya sudah paham dengan kondisi yang ada di masyarakat.

“Saya kira figur sudah berpengalaman ikut berkontestasi di Pilwalkot. Sudah paham peta perilaku memilih warga makassar,” ungkapnya.

Namun, Luhur menjelaskan, Irman Yasin Limpo (None) mulai dari sekarang harus gencar melakukan sosialisasi apabila berkeinginan untuk ikut bertarung. Dimana, untuk saat ini ia penting menggalang dukungan sebanyak mungkin untuk melawan kandidat-kandidat kuat lainnya.

“Tapi saya kira belum pernah declare untuk running di Pilwalkot. Pengalaman sebelumnya, kalau telat mengambil sikap bisa tidak optimal juga mengelola dukungan,” jelas Luhur.

“Terlebih kalau Ichsan YL juga running di Pilgub, bisa tidak fokus karena tidak di kerja bersama dari awal,” lanjutnya.

Sementara itu, Konsultan Politik JSI, Nursandy, mengatakan, kans keluarga YL untuk bertarung di Pilwalkot terbuka lebar. “Dari beberapa nama dikeluarga YL, None menjadi figur yang diwacanakan kuat bertarung. Beliau punya investasi dan jaringan politik yang mumpuni karena pernah merasakan pertarungan di Pilwakot 2013 lalu,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Nursandy, menuturkan, selain None, nama Haris YL juga sempat diperbincangkan akan maju di Pilwalkot mendampingi Incumbent Danny Pomanto. Namun, dibanding dengan None, Haris YL masih kurang kuat. “Sementara Haris YL, sempat digadang-gadang menjadi pendamping Danny Pomanto peluangnya makin sulit pasca tak menduduki posisi strategis lagi di Golkar,” terang Nursandy.

Lebih lanjut, Nursandy menjelaskan, keberadaan Ichsan Yasin Limpo yang juga telah menyatakan diri maju di Pilgub akan menghadirkan persoalan tersendiri di klan YL. Pasalnya, None akan sedikit mengalami kesulitan dalam hal sosialisasi. “Saya kira hal ini perlu dipikirkan dengan matang di internal keluarga YL. Keberadaan None bertarung di Pilwalkot tentu kurang strategis jika ada anggota keluarga yang maju juga di Pilgub,” jelas Nursandy. (E)


div>