MINGGU , 27 MEI 2018

Panen Kritikan KPU Janji Lebih Greget

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 04 April 2018 13:00
Panen Kritikan KPU Janji Lebih Greget

Dok. RakyatSulsel

– Pelaksanaan Debat Kandidat Jilid II

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan debat kandidat tahap pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang dilaksanakan 28 Maret lalu, panen kritikan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun menjamin, pelaksanaan debat kandidat kedua 19 April mendatang, akan lebih berkualitas.

KPU Sulsel telah memantapkan persiapan jelang debat kedua yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelumnya, debat pertama yang berlangsung di Hotel Clarion Makassar tanggal 28 Maret lalu berjalan efektif dan efesien. Hanya, banyak yang merasa tidak puas.

Ada banyak kritikan dalam pelaksanaan debat kandidat yang pertama. Mulai dari kurang kompetitif, hingga materi debat yang tidak sejalan dengan pemaparan keempat Pasangan Calon (Paslon).

Komisioner KPU Sulsel Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Faisal Amir, mengatakan, untuk teknis debat kedua masih dibicarakan. Tetapi, pihaknya telah menyiapkan materi debat yang rencananya dilaksanakan 19 April nanti. Yakni, peningkatan pelayanan publik dan pelayanan sosial yang berkeadilan dan bermartabat.

Ia berharap, pelaksanaan debat yang kedua dan ketiga akan lebih baik lagi, dibanding debat pertama. Mulai dari persiapan, teknis, hingga subtansi.

“Debat kandidat pertama sudah luar biasa, tinggal kedepan kita mau lebih baik lagi. Artinya tidak seperti kemarin, harus berbeda,” kata Faisal, Selasa (3/4) kemarin.

Terkait panelis yang disiapkan KPU, Faisal mengaku masih melakukan pendataan dengan menghimpun sejumlah nama akademisi, penggugat sosial, hingga profesional untuk kemudian disaring. Namun tidak menutup kemungkinan, sebagian panelis lama akan dilibatkan untuk memberikan masukan, saran, pendapat, serta pertanyaan dalam bentuk tertulis.
“Sementara kita himpunan nama panelis,” imbuhnya.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief, menambahkan, pihaknya berharap Pilgub Sulsel menjadi contoh di Indonesia. Kesuksesan pelaksanaan debat perdana beberapa waktu lalu, menjadi cermin untuk debat berikutnya.

“Pilgub Sulsel diharapkan menginspirasi pilkada yang ada di provinsi lain,” kata Iqbal.
Ia mengajak semua elemen menciptakan suasana aman dan damai, serta mempersiapkan Sulsel yang bersahabat, lebih maju dari provinsi lain.

“Sulsel akan melaksanakan dua debat lagi. Harapan kami, dukungan semua pihak sangat diperlukan,” tuturnya.

Diketahui, agenda debat pertama mengawali tiga rangkaian debat publik. Debat pertama mengangkat tema pembangunan berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pemerataan ekonomi dan kesejahtraan rakyat. Ada empat paslon yang bertarung ide. Masing-masing, Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH – Aziz), Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus – TBL), Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS), dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka).

Sementara, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim, menilai, debat kandidat menjadi tolok ukur seberapa kuat gagasan dan ide para kandidat apabila terpilih nantinya. Dari situlah masyarakat dapat menilai, siapa kandidat yang benar-benar punya visi misi yang pro rakyat dan bukan hanya sekadar wacana saja.

“Saya kira debat ini penting dalam demokrasi elektoral. Sebab disinilah adu wacana dan gagasan para kontestan akan dilihat oleh pemilih secara transparan,” kata Syahrir.

Ia menjelaskan, debat kandidat bukan menjadi variabel utama dalam meningkatkan elektabilitas kandidat. Karena memang, debat kandidat hanya sebatas mempertahankan argumen dan gagasan. Masyarakat tentunya melihat kandidat dari segi kefiguran serta pengalamannya dalam mengurus pemerintahan.

“Pengalaman selama ini, pengaruh debat ini terhadap elektabilitas calon tidak begitu berpengaruh. Karena variabel keterpilihan ini sangat kompleks, tidak hanya pada debat,” terangnya.

Debat kandidat, lanjutnya, meskipun bukan penentu elektabilitas kandidat, tetapi menjadi salah satu tahapan melihat calon pemimpin yang visioner. Apalagi, debat kandidat menjadi salah satu tahapan yang wajib dilaksanakan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Minimal, tradisi debat ini patut diapresiasi sebagi langkah maju dalam berdemokrasi,” pungkasnya.

Terpisah, juru bicara pasangan NH – Aziz, Muhammad Natsir, mengatakan, setelah melalui dengan baik debat kandidat pertama, pasangan nasionalis religius itu ingin tampil sempurna saat debat kedua nantinya. Oleh karena itu, NH – Aziz akan melibatkan profesor dan seluruhnya pakar, untuk mempersiapkan bagaimana menghadapi tema debat kedua yang diberikan KPU Sulsel.

“Pak NH akan kumpulkan professor, doktor, dan akademisi lainnya,” kata Natsir.
Menurutnya, ketika mengevaluasi hasil debat kandidat pertama, maka penyampaian baik NH maupun Azis Qahar, sangat luar biasa, dengan kemasan yang cukup menarik. Baik di bidang ekonomi, sosial, maupun di strategi pembangunan.

“Kalau kita bercermin pada debat pertama, bungkusan penyampaian Pak NH sangat bagus sekali,” ujarnya.

Pasangan nomor urut 2, Agus – TBL, mengaku intens melakukan dengar pendapat dengan masyarakat terhadap tema yang diberikan KPU untuk debat kedua. Salah satunya, mendengar saran dari para aktivis perempuan dan anak, guna menjadi bahan debat dengan baik.

“Tentu persiapan untuk debat ke depan akan dimaksimalkan. Sekarang kami banyak mendengarkan saran dari aktivis perempuan dan anak serta NGO atau LSM yang terlibat dalam perlindungan anak. Dan saran itu akan menjadi nilai tambah bagi kami menghadapi debat kedua dan ketiga,” ujar Agus melalui juru bicaranya, Andri Arif Bulu.

Agus mengatakan, program pengentasan kemiskinan sudah tercantum dalam visi misi mereka, yakni menyiapkan Rp 2 triliun untuk mengatasi masalah sosial. Jika terpilih, visi misi tersebut tinggal dipermantap secara detail lagi terhadap program itu serta dari masukan dan saran para NGO serta aktivis terkait.

“Kita lihat saja nanti saat debat. Mudah-mudahan debatnya berjalan dengan baik, lancar dan tertib. Terutama tepat sasaran pada program yang disiapkan para kandidat,” ucapnya.
Khusus untuk kesehatan, Agus – TBL akan melanjutkan program kesehatan gratis. Ia juga berjanji meningkatkan penambahan rumah sakit rujukan di enam kabupaten kota di Sulsel. Yakni, Kabupaten Bulukumba, Bone, Kota Parepare, dan Palopo. (*)


div>