MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Panen Melimpah Fasilitas Masih Kurang

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 19 Desember 2016 19:18
Panen Melimpah Fasilitas Masih Kurang

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Warga Desa Kalatiri, Kecamatan Burau mengeluhkan kurangnya Handtractor. Akibatnya, proses olah sawah masih terhambat, sehingga penanaman serentak tidak bisa dilaksanakan.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kalatiri, Opi Sengkaling, di acara tudang sipulung dan syukuran Panen di Desa Kalatiri, Senin (19/12).

Syukuran Panen ini dihadiri oleh Bupati  Lutim, Thorig Husler, Wakil Bupati,Irwan Bachri Syam, anggota DPRD Sarkawi A Hamid, Juddin Sira, serta para kepala desa dan warga setempat.

Menurut Opi, meski mengalami hambatan, tahun ini produktivitas gabah sangat menggembirakan, karena rata-rata hasil panen perhektarnya mencapai target, yakni 8 sampai 9 ton per hektar.

“Hasil panen tahun ini cukup melimpah, rata- rata mencapai 8-9 ton per hektar,” ujar Opi

Selain itu, ia meminta Bupati meningkatkan jalan Tani dan jalan produksi, karena jalan juga menjadi penghambat bagi warga untuk menjual hasil panennya keluar.

Bupati Lutim, Thorig Husler,  dalam kesempatan tersebut mengatakan, akan mengadakan Handtractor, agar seluruh petani di Lutim bisa lancar dalam berusaha.

Tak hanya itu, ia juga meminta, kelompok tani di Desa Kalatiri bisa melakukan penanaman serentak, sehingga tidak ada kendala lagi dalam melakukan panen.

“Tahun ini, saya akan berkoordinasi dengan anggota dewan agar jalan Tani bisa dianggarkan lagi di APBD, termasuk meminta bantuan peralatan tani ke Kementrian Pertanian RI. Namun, hasil yang ada saat ini harus kita syukuri,” ungkap Husler.

Yang tak kalah penting, Husler mengajak warga di Desa Kalitiri dan di Kecamatan Burau umumnya dapat menjaga keamanan. Gesekan antar pemuda sudah harus dihilangkan karena itu yang akan menghambat pembangunan di desa. (Baim)


div>