RABU , 19 DESEMBER 2018

Panen Raya Berpengaruh Turunkan Inflasi

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Rabu , 07 Maret 2018 12:45
Panen Raya Berpengaruh Turunkan Inflasi

Bank Indonesia. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) Sulsel yakin inflasi Sulsel pada Maret 2018 akan turun lagi dibandingkan Februari pada tahun yang sama.

Hal ini ditandai berlangsungnya panen raya pada sejumlah kabupaten/kota yang menjadi sentra produksi beras pada bulan ini.

Prediksi ini diyakini Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, di Makassar, membuat penurunan persentase inflasi tersebut dengan mengacu pada sejumlah indikator.

Salah satu indikator penurunan inflasi adalah panen raya tadi yang tentunya ketersediaan beras akan meningkat, sehingga harga akan mengalami penurunan.

Selama ini Sulsel dikenal memiliki ketersediaan (surplus) beras meskipun belum panen raya. Namun, pedagang dari luar Sulsel berbondong-bondong datang membeli dengan mematok harga tinggi. Makanya, harga pada tingkat pengecer akan terpengaruh nilai pembelian pedagang dari luar tersebut.
Bambang mengutarakan, panen raya padi ini, nantinya akan meningkatkan atau menstabilkan ketersediaan beras meskipun pedagang dari luar datang membeli.

“Beras kan pemicu utama inflasi di Sulsel meskipun surplus beras. Tapi panen raya bulan ini akan menurunkan angka inflasi di Sulsel,” bebernya.

Selain itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel juga terus melakukan koordinasi hingga kabupaten/kota. Lalu pemanfaatan sarana komunikasi untuk memantau perkembangan harga dan pasokan dalam menentukan langkah pengendalian inflasi.

Bambang juga optimis TPID akan bekerja maksimal dengan mendorong, menjaga dan memantau efisiensi rantai distribusi melalui ‘Rumah Pangan Kita’ yang menjadi mitra Bulog.

‘Rumah Pangan Kita’ ini, yang menyalurkan beberapa komoditas pangan strategis dengan patokan harga yang lebih murah. Peran TPID lainnya adalah memetakan pemasok beras dan komoditas utama lainnya dan memantau pergerakan pedagant beras untuk memastikan operasi pasar berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Bambang mengatakan, yang lebih penting adalah pemerataan pasokan dan keteraediaan beras pasca panen raya ini. Ditambah pemerataan pasokan komoditas lainnya yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Sulsel.

Sehubungan dengan berbagai langkah yang dilakukan itulah, maka BI memprediksi angka inflasi Sulsel pada Maret 2018 lebih rendah dibandingkan Februari tahun ini.

Sebagaimana kondisi pada Januari 2018 dimana angka inflasi berada pada posisi 0,81 persen turun drastis pada Februari yakni 0,23 persen. (*)


div>