RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pangdam: Membela Prajurit yang Menjalankan Tugas Sama dengan Membela Negara

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 22 Maret 2017 11:17
Pangdam: Membela Prajurit yang Menjalankan Tugas Sama dengan Membela Negara

Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. foto: ist for rakyatsulsel,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mengatakan, TNI sangat menghargai rakyat. Akan tetapi bila ada oknum yang mengancam prajurit TNI dalam menjalankan tugasnya, dirinya menegaskan akan membela prajurit tersebut. Sebab, menurut Agus, membela prajurit yang melaksanakan tugas sama dengan membela negara.

“Akan saya bela prajurit saya, karena bagi saya membela prajurit yang sedang melaksanakan tugas itu sama dengan membela negara,” tegas Agus, terkait dengan penertiban asrama Bara-Baraya di Makodam, Rabu (22/3).

Dijelaskannya, jika sebelumnya, Senin (20/3), Pangdam Wirabuana menerima tim Komnas HAM RI yang dipimpin Prof Hafid Abas mengadakan pertemuan (audiens) di Markas Kodam Wirabuana.

“Kedatangan tim Komnas HAM tersebut guna mendapatkan data, fakta dan informasi tentang status tanah okupasi asrama Bara-baraya serta proses penertiban dan permasalahan yang terjadi,” jelas Agus.

Pada pertemuan tersebut, tim Komnas HAM RI mendapat penjelasan dari Pangdam serta paparan Aslog Kolonel Czi Rachmat Setiawibawa, Dandim 1408/BS Letkol Kav Otto Sollu, Kepala Hukum Kodam Letkol Chk Maryono serta Kazidam Kolonel Czi Galih Suhendro, mengenai kondisi tanah sesuai fakta di lapangan, status tanah dan proses sewa menyewa sesuai perspektif hukum, termasuk permasalahan yang timbul saat ini.

Setelah mendengar dan melihat penjelasan secara lengkap dan terinci, akhirnya tim Komnas HAM RI memahami tim Komnas HAM RI juga mengetahui bahwa proses penertiban yang dilakukan Kodam Wirabuana telah sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Penertiban yang kami lakukan telah melalui mekanisme hukum yang berlaku. Bahkan, penertiban yang kami lakukan dengan menempuh cara-cara humanis serta berupaya semaksimal mungkin menghindari benturan-benturan fisik di lapangan,”jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Agus mengungkapkan, seluruh penghuni yang telah bersedia ditertibkan secara sadar dan sukarela, disewakan rumah kost sebagai tempat tinggal untuk sementara dan diberikan dana kerohiman.

“Adapun permasalahan yang timbul saat ini merupakan ulah provokator dari segelintir warga maupun non warga setempat yang bertujuan mendapatkan keuntungan tertentu,” terangnya. (***)


div>