KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Pangdam Pastikan Sanksi Pencopotan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 08 April 2016 13:08
Pangdam Pastikan Sanksi Pencopotan

ASEP/RAKYATSULSEL/D DUA TNI POSITIF KOMSUMSI NARKOBA. Panglima Komando Daerah Militer VII/Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti meberikan keterangan usai meninjau pembangunan Koramil baru di Tamalanrea, Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Kamis (7/4). Pangdam mengungkapkan dua anggota TNI yang tertangkap di Hotel D'Maleo positif mengkomsumsi Narkoba.

Rakyatsulsel.com – Nasib Komandan Kodim 1408 BS/1408 Makassar Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti dipastikan tamat. Itu setelah hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Propam terhadap Kolonel yang hasilnya terbukti positif menggunakan narkoba.

Selain Dandim Makassar, dalam penggerebekan tersebut juga ikut diamankan Kepala Komando Pusat Pengendalian Operasi Letnan Kolonel Infanteri Budi Iman Santoso.

Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti disinggung mengenai perkembangan penangkapan Dandim Makassar terkait pemakaian narkoba menegaskan, berdasarkan hasil tes urine memang sudah terbukti positif menggunakan narkoba.

Hanya saja kata Pangdam, jenisnya masih diperiksa apakah sabu cair, ekstasi atau pil. Dan hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara maraton guna pengembangan lebih dalam mengenai kemungkinan keterlibatan oknum anggota TNI yang lainnya.

“Kita masih akan menyelidikan keterlibatan anggota TNI lainnya setelah adanya penangkapan Dandim,” ujar Agus, Kamis (7/4).

Seperti diketahui, dalam penangkapan Dandim Makassar diciduk sedang pesta narkoba di Hotel D’Maleo Jalan Pelita Raya, Makassar, bersama dengan lima rekannya. Hasil tes urine juga menyebutkan jika kelima oknum sipil tersebut juga positif narkoba. Ketika ditanya sanksi apa yang bakal menanti kedua oknum perwira menengah (Pamen) TNIĀ  tersebut, Agus dengan tegas mengatakan, kalau sanksi pemecatan itu adalah sanksi tambahan.

“Sanksi sesuai aturan jelas sudah ada, untuk pengguna narkoba kan itu minimal penjara 4 tahun, kalau pemecatan itu merupakan tambahan apakah pimpinan merasa mereka perlu dipecat ya dipecat, dan yang jelasnya jabatannya pasti dicopot,” jelasnya.

Pangdam menambahkan, beberapa bulan sebelumnya seluruh jajaran Pangdam VII/Wirabuana melakukan tes urine dan hasilnya memang ada beberapa hasil tes yang mencurigakan. Inilah kemudian yang dikembangkan sambil mewanti-wanti dan mengingatkan para jajaran Pangdam VII/Wirabuana.

[NEXT-RASUL]

“Tapi karena kami terbuka dalam artian menerima masukan/laporan dari masyarakat mengenai siapa saja yang menggunakan narkoba maka inilah hasilnya, dan kami tidak main-main. TNI harus bebas narkoba,” tegas Agus.

Pangdam menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan coba-coba memakai narkoba apalagi mempengaruhi prajurit TNI. “Karena nantinya akan berhadapan dengan saya dan dengan TNI itu sendiri,” jelasnya.

Terkait keterlibatan dua anggota TNI yang terbukti positif narkoba, Pakar Hukum Unibosowa 45, Prof Marwan Mas menilai apa yang dilakukan oknum TNI babinsa sangat bertentangan dengan hukum, bahkan menurutnya melanggar kode etik TNI.

“Ini pelanggaran hukum, TNI yang menjaga kamanan nyabu. Saya pikir ini melanggar etik,” tuturnya.

Akademi Unibosowa ini menyebutkan, bagaimana bisa masyarakat diajarkan panutan dan teladan yang baik jika penegak hukum mempertontonkan perilaku buruk.

“Setiap hari kita dengar jauhi narkoba, obat terlarang, tapi lucunya pihak menegak hukum yang mengkonsumsi,” katanya.

Dia menambahkan, kejadian seperti ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak terutama penegak hukum. “Harapan kita kejadian ini tidak terulang, jangan sampai penegak hukum justru melanggar hukum,” tutupnya. (D/uki)


Tag
div>