RABU , 14 NOVEMBER 2018

Pangdam XIV Hasanuddin Cek Kondisi Dam Balambano

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Iskanto

Kamis , 25 Oktober 2018 19:20
Pangdam XIV Hasanuddin Cek Kondisi Dam Balambano

Pangdam XIV Hasanudin, Majen Sura Wahadi didampingi Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dan rombongan mengecek kondisi Bendungan Dam Balambano milik PT Vale.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi didampingi Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dan rombongan mengecek kondisi Bendungan Dam Balambano milik PT Vale. Ini menjadi perhatiannya karena keselamatan jiwa penduduk Luwu Timur sangat tergantung pada ketahanan bendungan PLTA Balambano.

Surawahadi datang ke Luwu Timur, Kamis (25/10) dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) karena Luwu Timur adalah salah satu daerah yang masuk wilayah kerjanya. Sebelum mengunjungi PLTA Balambano, Surawahadi beristirahat di Rumah jabatan Bupati Luwu Timur dan menjadi imam salat zuhur di Mushala Rujab Bupati.

Usai Salat dan makan siang, mereka langsung bergerak ke PLTA Balambano untuk melihat langsung kondisi bendungan Dam Balambano. Dam Balambano ini merupakan satu dari tiga buah Dam yang di bangun PT Vale untuk kepentingan operasional pabrik.

Dari keterangan Manajemen PT Vale, Surawahadi mengetahui kedalamam air sungai di bendung pada Dam Balambano mencapai 90 meter. Jutaan kubik air yang terbendung inilah yang dijadikan sebagai sumber energi listrik untuk kelangsungan operasional PT Vale.

“Kondisi disekitar bendungan masih bagus, pepohonan masih hijau, sungai yang di bendung juga bersih tanpa di tumbuhi enceng gondok, ini bagus ya,” ujar Surawahadi.

Terkait ketahanan bendungan, Pihak PT Vale menjamin Bendungan Dam Balambano ini tahan gempa. Para Ahli Gempa sudah melakukan pemeriksaan dan masih dianggap aman.

Pangdam menyayangkan, Air yang dibendung PT Vale ini hanya untuk kepentingan perusahaan saja. Belum diolah atau di berdayakan untuk masyarakat Luwu Timur.

Selain mengunjungi PLTA Balambano, Surawahadi juga sepakat adanya pemekaran Kodim di Luwu Raya. Menurutnya, sudah layak, ternyata Luwu Raya ini Luas dan Panjang. Dari Kota Palopo mau Ke Luwu Timur butuh tiga jam perjalanan. ” Sungguh saya tidak tahu kalau tidak datang dan rasakan sendiri bagaimana luasnya ini Luwu Raya,” ujarnya.

Pemekaran Kodim ini semata-mata mendekatkan Pelayanan dan koordinasi. Apalagi menjelang pemilu tambahan personil pengamanan sangat di butuhkan. ” Bagi saya ini sudah layak, Pantas aja Pak Dandimnya ini selalu terlambat di lokasi jika ada kejadian di Masyarakat ternyata jaraknya jauh dari markas kodim,” kata Surawahadi.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Luwu Timur yang sudah menyediakan lahan untuk dijadikan Kodim baru. Apalagi Luwu Timur ini daerah perbatasan antara Sulawesi Selatan dengan Sulteng dan Sultra, jadi ini semua akan menjadi pertimbangan nantinya. (*)


div>