KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Pangkep Kembangkan Ekowisata Mangrove

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 13 Mei 2017 16:13
Pangkep Kembangkan Ekowisata Mangrove

Konsep perencanaan dari Ekowisata Mangrove karya Kepala Bidang Kepariwisataan, Disparbud Pangkep, Irval Ali Yavie, yang merupakan desaign dermaga dan rest area. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Kabupaten Pangkep terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan dunia pariwisata, jika Pangkep telah memiliki objek wisata bahari Pulau Camba-cambang sebagai destinasi, serta desa wisata Dewi Lamsang yang siap memanjakan wisatawan.

Kali ini Pangkep melalui Dinas Pariwisata, kembali mengembangkan objek wisata berbasis ekowisata dengan menjadikan objek mangrove di kawasan pesisir pantai sebagai nilai jual dan peluang baru untuk menarik wisatawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep Ahmad Djamaan, Sabtu (13/5), mengatakan, Pangkep saat ini melirik destinasi baru, yakni wisata mangrove bahkan tahun depan wisata tersebut siap dianggarkan untuk pengembangan.

“Sekarang kita lirik hutan mangrove di daerah Lembangan sampai Tanarajae, Kecamatan Labakkang, dan kita akan dorong bahkan kita sudah anggarkan tahun depan. Bentuknya terapung, ditunjang dermaga yang memadai,” jelas Ahmad.

“Jadi kita punya daerah dua dimensi yang kita pacu bersamaan, yakni wisata bahari dan ekowisata karst. Namun, begitu kita akan berupaya tetap mengacu mana yang diperbolehkan undang-undang, dan mana yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tambah pria yang fasih berbahasa Jerman tersebut.

Ditempat terpisah Kepala Bidang Kepariwisataan, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Pangkep, Irvan Ali Yafie, mengatakan, wisata mangrove Pangkep akan menjadi daya tarik tersendiri wisatawan dalam melihat Pangkep, bahkan master plannya telah rampung dan siap diersentasikan, bahkan sudah ada bantuan pembangunan dermaga dari pemerintah pusat untuk 2016.

“Sudah ada dermaga hasil bantuan dari pusat melalui DAK, tahun 2016. Anggarannya sekira Rp750 miliar, untuk membangun dermaga sepanjang 160 meter, untuk menunjang eko wisata mangrouve tersebut,” kata Irvan.

[NEXT-RASUL]

Dermaga tersebut, kata Irvan, nantinya akan dijadikan lokasi start dan finish wisata mangrove di Pangkep. Dan juga sebagai tempat berlabuhnya kapal yang Menghubungkan antara lembangan, rest area terapung, dan spermonde.

“Jelasnya kita akan manjakan wisatawan dengan panorama mangrove yang luas, dengan binatang-binatang langka yang dapat dijumpai di sana, termasuk bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbenam,” tutup pria berlatar arsitek tersebut.

Dengan hadirnya sejumlah objek wisata di Pangkep, Dinas Pariwisata sendiri optimis mampu mendongkrak PAD Pangkep dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. (***)


div>