JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Panitia Pemusnahan BB Kejari Terancam Pidana

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 April 2018 11:45
Panitia Pemusnahan BB Kejari Terancam Pidana

Suasana pasca ledakan pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Makassar dirawat di RS Pelamonia Makassar, Rabu (11/4). foto:Irsal/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, di Jl Amanagappa, Kecamatan Ujungpandang, Rabu (11/4) diwarnai ledakan. Saat pemusnahan berlangsung, tiba-tiba ledakan besar menyerupai ledakan bom menggegerkan petugas kejari dan warga sekitar.

Ledakan itu terjadi lantaran barang bukti yang dimusnahkan ada berupa potasium, salah satu unsur bahan peledak.

Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti bentuk potasium yang ada didalam daftar barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu. Apakah masih dalam kemasan botol atau tidak.

Dalam insiden tersebut, dua orang jadi korban. Keduanya mengalami luka-luka itu yakni Iksan (22 ) dan Safar Mone (45). Usai kejadian keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar.

Iksan yang merupakan warga Kecamatan Camba Kabupaten Maros mengalami luka pada pinggang. Saat kejadian, korban datang ke Kejari Makassar untuk menebus tilang. Korban kedua yakni Safar Mone merupakan warga Taeng Kabupaten Gowa. Ia mengalami luka lecet pada lengan sebelah kanan, luka menganga pada paha kanan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan mengatakan, saat kejadian, ada beberapa barang bukti yang akan dimusnakan termasuk baterai handphone dan botol parfum. “Nanti dilihat hasilnya. Biarkan tim labfor bekerja. Kita mau olah TKP, makanya kita mau lihat dulu seperti apa prosedurnya,” kata Anwar.

Namun Anwar mengaku, jika menimbulkan korban, insiden ini masuk dalam pasal 360 KUHP. Karena kelalaian menyebabkan orang lain terluka.

“Kami belum melakukan pemeriksaan saksi. Kami baru saja komunikasi dengan pihak Kasi Pidum. Kita mau melihat siapa yang bertugas untuk pemusnahan ini,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rachmat Rahardjo mengatakan, saat kejadian pihaknya mengaku sedang memusnahkan barang bukti dari berbagai kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Jadi yang kita musnahkan diantaranya kasus sabu, sajam, obat-obatan dan barang bukti pidana lainnya,” kata Dicky. (*)


div>