SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Pansus DPRD Bolaang Berguru ke Pemkot

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 13 April 2017 11:15
Pansus DPRD Bolaang Berguru ke Pemkot

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Staf Ahli Pemkot Makassar, A Azis Hasan didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fathur Rahim menerima kunjungan Tim Pansus DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, di ruang Rapat Asisten II, Gedung Balaikota Makassar, Rabu (12/4).

Rombongan pansus tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Mongondow Timur, Sehan Mokoagouw. Kedatangannya dalam rangka studi banding terkait pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2016 dan penataan Kawasan Permukiman.

“Melalui prestasi yang telah diraih oleh Pemkot Makassar tentang tata kelola pemerintahan, dua Kali berturut-turut mendapatkan penghargaan WTP, membuat kami di DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, ingin melakukan sharing,” kata Sehan diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (13/4).

Staf ahli Wali Kota Makassar, A Azis Hasan mengatakan, di pemerintahan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, kedispilinan administrasi selalu diwanti-wanti agar ditingkatkan.

“Jadi sebelum LKPJ sampai ke DPRD untuk disahkan, bapak Wali kota sudah mewanti dan melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja seluruh SKPD. Bahkan mereka diberi target waktu dan wali kota tidak segan-segan jika ada target tidak tercapai, maka itu akan menjadi bahan evaluasi,” jelasnya.

Sementara, Kepala DPKP, Fathur Rahim menambahkan, untuk penataan perumahan dan kawasan permukiman, Dinas Perumahan yang juga baru terbentuk terus menggenjot beberapa program seperti bedah rumah dan penataan kawasan permukiman.

“Strategi kami di DPKP adalah bagaimana cara kita menyedot sebesar-besarnya uang dari luar, salah satunya yang baru-baru ini berhasil kami serap dari luar yakni dana hibah dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp200 miliar,” ungkap Fathur.

[NEXT-RASUL]

Dijelaskan, untuk mendapatkan bantuan itu dibutuhkan teknik mempromosikan Kota Makassar dalam pemberantasan kemiskinan dengan berbagai macam program.

“Bukan hanya ADB, tapi anggaran APBN juga sudah mulai mengalir masuk ke Kota Makassar untuk perumahan,” jelasnya. (***)


div>