SELASA , 16 OKTOBER 2018

Pansus Pencari Fasum Fasos Lacak Aset Pemkot

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 19 April 2016 19:51

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Khusus (Pansus) Pencari Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum Fasos) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mulai melakukan pelacakan seluruh aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang keberadaanya belum jelas atau ditenggarai telah beralih kepemilikan

pada orang lain.

Ketua Pansus Pencari Fasum Fasos, Abdul Wahab Tahir, mengaku, telah berhasil menemukan data awal atas hilangnya fasum-fasos milik pemkot seluas 11 Hektare (Ha) masing-masing terletak di Baddoka seluas 4 Ha dan Lapangan Pramuka Caddika di Kelurahan Bulurokeng, Kelurahan Biringkanaya, Makassar seluas 8 Ha.

“Seluruh anggota pansus telah bekerja sejak dilakukan ekspose. Saat ini sudah ada ditenggarai telah diperjualbelikan kepada pengembang,” ungkapnya, Rabu (19/4).

Politisi Partai Golkar itu, mengatakan, hilangnya aset untuk Lapangan Pramuka Caddika diduga dijual oknum pejabat di lingkup pemerintah sendiri yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar lapangan itu. Adapun status pejabat hingga saat telah mendapat jabatan strategis. “Nanti akan ketahuan siapa dalangnya setelah kami menggelar rapat,” ujarnya.

Wahab menjelaskan, pada dasarnya aset berupa lapangan itu luasnya mencapai 11 Ha lebih. Tapi saat ini sudah ada pengembang yang telah mengklaim membeli lahan tersebut dari masyarakat sekira 8 Ha.

Legislator dua periode ini, menambahkan, Lapangan Caddika, 4 Ha lainnya yang diduga tidak jelas keberadaannya yang merupakan aset hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel seluas 4 Ha yang diperuntukkan untuk penyimpanan aspal. Lokasi itu pun disebut tidak jauh dari kawasan pergudangan Makassar. “Lokasinya di Baddoka. Aset itu dikelolah Dinas Pekerjaan Umum (PU), tapi saat ini sudah tidak jelas,” paparnya.

Anggota Pansus Pencari Fasum Fasos lainnya, Mesakh Raymond Rantepadang, menambahkan, aset yang ditenggarai hilang yang diperoleh pansus belum seberapa dari perkiraan awal. Ia menjelaskan, ada sekira 300 lebih pengembang di Makassar belum menyerahkan fasum fasosnya ke Pemkot Makassar.

“Jadi selain aset pengembang, aset yang sudah kita bebaskan atau hibah dari¬†masyarakat akan ditelusuri hingga akar-akarnya,” terang Mesakh. (***)


div>