RABU , 22 AGUSTUS 2018

Panwaslu Akhirnya Bersihkan Alat Peraga Kampanye

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 10 September 2015 15:43
Panwaslu Akhirnya Bersihkan Alat Peraga Kampanye

Panwaslu Lutra bersama Satpol PP dan Kepolisian membersihkan APK di sepanjang jalan di wilayah Lutra. (Rizal/RakyatSulsel)

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), hari ini, Kamis (10/9) akhirnya menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati di Luwu Utara (Lutra). Tindakan itu diambil setelah sebelumnya, Panwaslu dan KPU bersurat kepada masing-masing yang bersangkutan untuk menurunkan sendiri Alat Peraga Kampanyenya. Penurunan APK ini dilakukan oleh Polisi Pamong Praja (Pol-PP) yang diback-up oleh Kepolisian Resort Luwu Utara (Polres).

Ketua Panwaslu Lutra, Rahmat menegaskan bahwa pihaknya menurunkan seluruh APK berupa baligho, spanduk dan banner yang masih terpasang di sepanjang jalan.

“Beberapa hari lalu kita sudah bersurat sebanyak dua kali kepada masing-masing yang bersangkutan agar menurunkan sendiri APKnya. Namun mereka tak kunjung menurunkannya, sehingga hari ini kami bersama Pol-PP dibackup Kepolisian menurunkan seluruh APK yang masih terpasang dipinggir jalan,” tegasnya, Kamis (10/9).

Penurunan APK itu dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama di wilayah kecamatan Tanalili, Bone-Bone, Sukamaju. Kelompok dua bergerak wilayah Mappeeceng, Masamba, Baebunta dan Sabbang. Sementara untuk kelompok ketiga melakukan pembersihan di wilayah kecamatan Malangke dan Malangke Barat.

“Kita bagi menjadi tiga kelompok untuk mengefektifkan pekerjaan, di mana kita rencanakan pembersihan bisa kita selesaikan hari ini,” tambah Rahmat.

Pembersihan APK yang digelar Panwaslu bersama Satpol PP dan Kepolisian, hanya yang terpasang di wilayah publik, seperti pinggir jalan di seluruh Kecamatan. Sedangkan APK yang terpasang di masing-masong posko kandidat, tidak dibersihkan.

“Khusus untuk Posko Calon, kita berikan kesempatan kepada masing-masing tim untuk menurunkan sendiri hingga tanggal 13 September. Jika belum mereka turunkan, maka hari itu juga kami kembali turun ke lapangan membersihkan APK yang terpasang diposko itu,” kata Rahmat.

Untuk APK bakal calon perseorangan juga dibersihkan oleh Pol-PP. Namun khusus untuk baligho atau spanduk atas nama pemerintah tidak diturunkan karena Panwaslu menganggapnya alat peraga tersebut bukan alat peraga kampanye. “Kalau spanduk milik pemerintah bukan ranahnya kami, karena jadi tugas kami adalah Alat Peraga Kampanye,” tutupnya.


div>