RABU , 20 JUNI 2018

Panwaslu Kecamatan Pattalassang Rapat Koordinasi Jelang Pencoblosan Pilgub

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Minggu , 27 Mei 2018 06:00
Panwaslu Kecamatan Pattalassang Rapat Koordinasi Jelang Pencoblosan Pilgub

Panwaslu Kecamatan Pattalassang, saat melakukan rapat koordinasi dengan mitra kerja, di hotel Grand Kalampa, Sabtu (26/5).

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, 27 Juni 2018 mendatang, Panwaslu Kecamatan Pattalassang melakukan rapat koordinasi dengan mitra kerja, di hotel Grand Kalampa, Sabtu (26/5).

Rapat Koordinasi ini dibuka oleh pimpinan Panwaslu Takalar, Nellyati, S. Hum. Divisi Pencegahan dan hubungan antar lembaga, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap regulasi yang mengatur tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

Terpenting yang harus dilakukan pencegahan sebelum ada masyarakat yang melanggar aturan perundang undangan. “Kami berharap kepada Panwaslu Kecamatan Pattallassang harus lebih konsentrasi untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian logistik nanti”, harap Nellyati.

Peserta pemilih diharuskan membawa Ktp Elektronik (ktp-e) atau surat keterangan (Suket), dari Dinas Kependudukan dan Catan Sipil, pada saat pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2018, apabila peserta pemilih tidak bisa memperlihatkan Ktp-e atau suket maka mereka tidak bisa memilih, tambahny Nellyati

Nellyati juga tegaskan bahwa minus tiga hari pelakasnaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, tidak ada lagi alat peraga Pemilu yang terpasang di sekitar Tps dam semua saksi dilarang menggunakan atribut atau semacam nomor urut salah satu pasangan calon dan saksi tidak bisa lebih dari dua.

Begitu pula yang disampaikan Ketua KPU Takalar, Jussalim Sammak, agar Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan bisa paham dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) untuk beberapa tahapan.
“Sehingga pada proses pemilihan nanti tidak ada kesalahpahaman antara penyelenggara dan Pengawas pemilihan,” jelasnya.

Berdasarkan dengan PKPU, peserta pemilih tidak bisa masuk dibilik suara apabila mereka tidak bisa memperlihatkan KTP-E atau suket yang dikeluarkan dari Dinas Catatan Sipil, apapun bentuknya. (*)


div>