RABU , 24 OKTOBER 2018

Panwaslu Lutim Ancam Laporkan Oknum PNS yang tidak Netral ke Menpan

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 03 September 2015 16:26
Panwaslu Lutim Ancam Laporkan Oknum PNS yang tidak Netral ke Menpan

Ketua Panwaslu Kabupaten Luwu Timur Rahman Atja. (Dedi/Rakyat Sulsel)

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) akan melaporkan oknum Pegawai Negeri sipil (PNS) ke Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) yang terbukti tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada di Lutim.

Ketua Panwaslu Lutim, Rahman Atja, mengatakan oknum PNS akan dilaporkan Menpan bila sudah memenuhi syarat telah melakukan pelanggaran terhadap aturan kedisplinan sebagai PNS.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum PNS ini dan terbukti yang bersangkutan melakukan pelanggaran yang cukup kuat untuk diberikan sanksi,” kata Rahman Atja, seraya menambahkan bahwa dari pemeriksaan itu, pihaknya akan mengirim hasilnya kepada Menpan dan inspektorat, Kamis (3/9).

Menurut Rahman, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Panwaslu Lutim, oknum PNS yang dimaksud sudah memenuhi syarat terbukti secara kuat menunjukkan dirinya di depan Publik mendukung salah satu calon bupati di Pilkada Lutim saat ini. “Mungkin hari Senin (7/9) nanti, oknum PNS ini akan dijatuhkan sangsi oleh pemerintah terhadap PNS yang tidak netral ini,” kata Rahman tanpa bersedia mengungkap jati diri oknum PNS yang dimaksud.

Sebelumya, kasus tersebut telah diproses oleh Panwas setelah ada warga yang melaporkan kejadian itu. Warga mendapati seorang oknum PNS terindikasi memihak salah satu calon bupati di Pilkada Lutim. Permasalahan yang dilaporkan tersebut ditemukan di media sosial facebook, di mana oknum PNS terlapor tersebut memposting komentar di akun facebooknya berupa “Nomor Tiga ada di Hati”. Selain itu, yang bersangkutan juga memposting foto pasangan calon bupati (Paslon) dengan nomor urut 3 Husler-Iwan.

kejadian itu, menurut Panwaslu Lutim, menjadi bukti yang sudah cukup kuat untuk diteruskan kepada MenPAN. Selanjutnya, terkait sanksi akan diputuskan oleh menteri karena bukti tidak netralnya oknum PNS ini sudah sangat jelas.

“Hari Senin nanti hasil pemeriksaan nya sudah kita kirim ke Mempan dan Inspektorat, selanjutnya terserah menteri karena ini menyangkut kedisiplinan PNS,” Kata Rahman Atja.

Selain oknum PNS pendukung Husler-Iwan, Panwaslu juga menemukan oknum PNS lainnya yang mendukung calon yang berbeda. Oknum PNS yang dimaksud mendukung Paslon yang bertagline “BARU”.

Untuk menuntaskan kasus PNS yang tidak netral, Rahman mengatakan, pihaknya masih akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan.


div>