KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Panwaslu Maros Gandeng MUI Cegah Pelanggaran di Pilkada

Reporter:

Jumaedy

Editor:

Lukman

Minggu , 04 Maret 2018 21:30
Panwaslu Maros Gandeng MUI Cegah Pelanggaran di Pilkada

Panwaslu Maros menggelar pertemuan bersama dengan pengurus MUI Kab. Maros di kantor MUI, baru-baru ini.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Panwaslu Kabupaten Maros bersama dengan MUI Maros berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan langkah-langkah pencegahan pelanggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018.

Hal ini disepakati saat pertemuan Panwaslu yang diwakili Ketua dan Koordinator Divisi
Pencegahan bersama dengan pengurus MUI Kab. Maros di kantor MUI, baru-baru ini.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua MUI Kab. Maros, H. Samsul Khalid, Sekretaris, Ustadz
Syamsuddin, Bendahara, Ustadz Yasir, Wakil Sekretaris juga Sekertaris Dewan Masjid Kab. Maros,
Ustadz Ilyas Said, beserta beberapa pengurus MUI lainnya.

Tiga poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya adalah pencegahan politik
uang (Money Politic), Politisasi SARA, dan Netralitas ASN dalam Pilkada. Ketiganya disepakati
bersama, bahwa MUI akan mensosialisasikan hal tersebut melalui pendekatan agama, dan akan
diselipkan saat ceramah di masjid.

Ketua Panwaslu Kabupaten Maros, Sufirman menyampaikan, jika undang-undang tentang Pilkada
telah mengalami perubahan, terkhusus aturan mengenai politik uang.

“Kalau di aturan sebelumnya hanya pasangan calon dan tim yang dikenakan sanksi, akan tetapi
dalam UU No 10 tahun 2016 memperketat. Bukan hanya yang memberi, tetapi juga yang
menerima” jelasnya.

MUI menjadi salah satu mitra strategis, karena tahapan kampanye berjalan hingga bulan
Ramadhan. Hal ini sangat rentan terhadap pelanggaran politik uang.

“Kenapa MUI menjadi salah satu mitra strategis dalam proses pencegahan pelanggaran Pilkada,
karena tahapan kampanye berjalan sampai pada bulan Ramadhan, hal ini sangat rentan terjadinya
pelanggaran politik uang berkedok zakat, sedekah, ataupun bantuan-bantuan lainnya.

Sementara itu, Ketua MUI merespon secara baik agenda tersebut, dan meminta kepada Panwaslu
untuk menyiapkan bahannya, untuk ditindak lanjuti.

“Kami sangat setuju dengan hal ini, siapkan saja bahannya, nanti kami di MUI akan mengkaji dari
segi agama,” tutur Ketua MUI, Samsul Khalid. (*)


div>