MINGGU , 24 JUNI 2018

Panwaslu Takalar Deklarasi Tolak dan Lawan Politisasi SARA

Reporter:

Supahrin Tiro

Editor:

asharabdullah

Rabu , 14 Februari 2018 13:49
Panwaslu Takalar Deklarasi Tolak dan Lawan Politisasi SARA

Suasana deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Gedung PKK Takalar, Rabu (14/2). Foto: Supahrin/RakyatSulsel

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Panwaslu Kabupaten Takalar melakukan deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Gedung PKK Takalar, Rabu (14/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Takalar Acmad Daeng Se’re, pihak Kajari Takalar, KPU, 16 orang pengurus partai, unsur kelurahan dan kecamatan, Muspida dan Panwas Kecamatan.

Dalam kesempatan itu Acmad Daeng Se’re dalam sambutannya mengajak semua di komponen Takalar tidak ada lagi SARA.

“Saya berharap mariki saling menghargai, siapa pun yang terpilih sebagai Gubernur maka itulah Gubernur kita semua. Semoga deklarasi ini dapat berjalan dengan baik, mari kita mewujudkan sama-sama sukseskan Pilgub ini, jangan ada saling menyudutkan karena siapapun yang terpilih maka itu lah orang yang terbaik di Sulsel,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Panwaslu Kabupaten Takalar Ibrahim Salim, dia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana damai di Pilgub Sulsel pada Juni mendatang,.

“Saya tegaskan setiap orang yang menjanjikan, memberikan atau menerima uang dengan tujuan menggunakan hak pilih dengan cara tertentu maka akan dipidana penjara 36 bulan sampai 72 bulan, denda 200 juta, dan politisasi SARA berdasarkan dengan pasal 187 ayat 2 juncto pasal 69 huruf a,b,c,d,e dan f maka dipidana penjara 3 bulan sampai 18 bulan dengan denda 600 ribu sampai 6 juta,” ungkapnya.

“Jangan sampai kita menggadaikan diri dengan satu suara, karena suara tidak bisa dinilai dengan materi. Mari kita menciptakan Pilgub mendatang bisa kondusif, karena kabupaten Takalar adalah kabupaten kita bersama, kami mengajak masyarakat untuk mengajak mengawasi Pilgub mendatang, dengan tagline Bawaslu RI,” tutupnya. (*)


div>