MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Panwaslu Takalar Sosialisasi Money Politic dan Politisasi SARA di Masjid

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Jumat , 16 Februari 2018 18:44
Panwaslu Takalar Sosialisasi Money Politic dan Politisasi SARA di Masjid

Ketua Panwaslu Kabupaten Takalar, Ibrahim Salim, saat melakukan Safari Jum'at di mesjid Nurul Jihad.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Selatan, 27 juni 2018 mendatang, Panwaslu Kabupaten Takalar bergandengan dengan Panwas Kecamatan Pattallassang, melakukan Safari Jum’at di mesjid Nurul Jihad, di lingkungan Limbungan, Kelurahan Pallangtikang, Kecamatan Pattallassang, yang dirangkaikan dengan Sosialisasi untuk mencegah terjadinya Money Politic Dan Politisasi Sara pada masyarakat, Jumat (16/2).

Ketua Panwaslu Kabupaten Takalar, Ibrahim Salim, menyampaikan kegiatan ini adalah sosialisasi untuk mencegah dan mengingatkan kepada masyarakat agar dapat terlibat dalam hal pengawasan sehingga pesta demokrasi mendatang bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Selain itu, Ibrahim juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memberi atau menerima uang. “Jangan gara-gara uang Rp50 ribu kita bisa penjara dan didenda, jangan sampai kita menggadaikan diri dengan satu suara, karena suara tidak bisa dinilai dengan materi,” ujarnya.

“Saya harap kepada masyarakat agar bisa berkonstribusi dalam hal pengawasan. Karena masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk melaporkan kepada kami apabila ada informasi atau melihat seseorang yang melakukan Money Politic dan Politisasi Sara. Ini juga tidak lepas dengan tagline Bawaslu RI Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu,” sambungnya.

“Mulai hari ini, kami akan menjadikan kegiatan rutin untuk melakukan safari Jum’at yang dirangkaikan dengan sosialisasi tentang money politik dan Politisasi sara dan kami targetkan mengunjungi 100 mesjid,” tandasnya. (*)


div>