JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Para Mantan Kepala Daerah Nyaleg

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 18 Juli 2018 13:38
Para Mantan Kepala Daerah Nyaleg

Mantan kepala daerah nyaleg. (Dok. RakyatSulsel)

* Pakar: Jalan Baru Jaga Eksistensi Sebagai Politisi*

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah mantan kepala daerah mengisi komposisi calon anggota legislatif (Caleg) dari partai politik (Parpol) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Para mantan kepala daerah dianggap bisa mendulang suara bagi partai. Apa lagi memiliki konstituen sebagai modal untuk bertarung di Pileg.

Adapun mantan kepala daerah yang maju pada Pileg mendatang yakni, mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaid.

SYL yang juga Ketua DPP Bidang Otonomi Daerah DPP NasDem dipastikan ikut bertarung di Dapil Sulsel 2 yang meliputi Kabupaten Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Parepare.

Selain itu, sejumlah kepala daerah yang masih aktif juga dikabarkan maju sebagai wakil rakyat. Mereka yang akan nyaleg adalah kepala daerah yang sebentar lagi masa jabatannya akan berakhir.

Mereka adalah Bupati Sidrap, Rusdi Masse, Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu, Wakil Bupati Soppeng, Supriansa, Wakil Bupati Wajo, Andi Syahrir Kube Dauda, Wakil Bupati Palopo, Akhmad Syafruddin Daud.

Rusdi Masse (RMS) yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Sidrap membidik DPR RI Dapil Sulsel 3 yang meliputi Kabupaten Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, dan Kota Palopo.

Mulyadi Mustamu sendiri yang baru bergabung dengan Partai Demokrat membidik DPRD Sulsel Dapil IV Sulsel l yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar.

Rusdi Masse yang dikonfirmasi mengakui, khusus Partai NasDem tercatat sejumlah nama mantan kepala daerah. Termasuk calon kepala daerah yang gagal pada Pilkada lalu diakomodir mendaftar sebagai caleg 2019.

Menurutnya, Partai NasDem selelalu terbuka untuk figur lain. “Ada sejumlah nama mantan kepala daerah, ada juga calon kepala daerah yang belum berhasil. Semua kader jadi caleg di NasDem,” ujar Ketua DPW NasDem Sulsel tersebut.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menambahkan, khusus bagi mantan calon kepala daerah, ada nama Takyuddin Masse, Andi Rahcmatika Dewi, Indira Mulyasari. “Dan masih ada beberapa lagi yang merupakan rising star NasDem,” kata Syahar.

Andi Rachmatika Dewi maju di Dapil Makassar A. Sedangkan Indira Mulyasari Paramastuti maju di Dapil Makassar B untuk DPRD Sulsel.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir mengakui, kursi legislatif nampaknya bukan cuma
menjadi incaran keluarga kepala daerah dan wakil kepala daerah. Namun kursi parlemen juga menjadi incaran para kandidat mantan kepala daerah.

“Jadi kita di Golkar juga terbuka untuk semua kader, baik mantan kepala daerah maupun yang ikut pilkada lalu tapi tak menang,” katanya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim mengatakan, mantan kepala daerah maju pada pemilu adalah hal yang wajar sebagai seorang politisi.

“Ramainya mantan kepala daerah jadi caleg saya kira hal yang biasa dan wajar. Mereka itu sudah punya kedekatan dengan parpol,” kata Syahrir Karim.

Syahrir Karim menjelaskan, para mantan kepala daerah sudah punya modal besar untuk menjadi seorang caleg. Berbekal infrastrukut mumpuni dan tentunya tim yang sudah ada sejak lama.

“Serta modal sosial dan politik yang mumpuni. Mereka juga dianggap caleg potensial oleh parpolnya untuk mendulang suara,” terangnya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, migrasi kekuasaan, dari kekuasaan eksekutif ke legislatif, umumnya dilakukan karena ketiadaan pilihan. Para politisi yang ingin segera pindah panggung, karena masa amanah segera berakhir.

“Kalau di lihat list yang ada, mereka umumnya adalah para politisi yang gagal di kontestasi Pilkada serentak yang lalu, baik sebagai kontestan, tim sukses, endorser, ataupun sebagai king maker,” kata Luhur.

Luhur menjelaskan, tapi tidak berarti juga sudah tamat riwayat karier politik mereka. Mereka ini tokoh yang sudah melampaui ujian elektoral sebelumnya.

“Hanya saja, konsekuensinya secara elektoral mereka ini tidak berada di barisan pemenang kandidat yang di perjuangkannya. Tetapi secara figur, modal ketokohan mereka justru sangat di butuhkan partainya untuk sukses di kontestasi Pileg 2019,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani menuturkan, setelah habis masa kepemimpinannya, tentu mantan kepala daerah akan mencari jalan baru untuk menjaga eksistensinya sebagai seoarang politisi. Berbekal tim yang matang tentu juga menjadi modal partai untuk meraih kursi sebanyak-banyaknya.

“Itu wajar saja, mantan kepala daerah juga kan punya hak yang sama dengan lainnya. Disamping itu mereka memang punya beberapa nilai plus seperti yang kita ungkap tadi,” tuturnya.

Parpol pastinya ingin menambah peluang kemenangan sebesar-besarnya. Sehingga dengan modal mantan kepala daerah yang maju pada pileg bisa menjadi senjata ampuh bagi parpol. “Hal tersebut jadi salah satu strategi untuk meraih kemenangan di Pileg mendatang,” tandasnya. (*)


div>