MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Parah, Sulsel Gawat Narkoba!

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 11 April 2016 18:40
Parah, Sulsel Gawat Narkoba!

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dalam tiga bulan terakhir ini, Kepolisian Daerah Polda Sulsel mampu merilis sebanyak 30 kg barang haram narkotika yang diamankan. Semuanya diamankan dari tangan pengedar, pengguna dari pihak masyarakat kecil, pejabat hingga apartur, bahkan dari penegak hukum Kepolisian.

Dari 30 barang bukti tersebut, ditemukan dari berbagai daerah, seperti 12 kg di Parepare, 5 kg di Makassar, 3,5 kg di Pinrang, 8 kg Bone dan 1 kg yang dibawa kabur oleh oknum polisi yang saat ini masih dalam pencarian orang (DPO) yaitu Brigadir Eddy Chandra, dari kepolisian Sektor Bone.

Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, banyak barang haram yang menyebar di wilayah Sulsel dikarenakan terdapat tiga faktor. Ketiganya adalah banyak aparatur penegak hukum yang terlibat, barang bukti yang ditemukan dan sejumlah pengguna narkoba.

“Kalau dilihat pejabat negara yang terlibat, ada Sekwan Jeneponto, Dandim dan Polisi,” katanya.

Frans Barung, juga mengatakan jika barang bukti tersebut bukan dari Sulselbar, namun dari luar negeri seperti Flipina dan Malaysia, yang memang sangat mudah masuk.

“Karastereristik yang ada di Sulselbar merupakan wilayah yang kurang pengawasan dengan baik, terutama pelabuhan rakyat kecil sehingga barang tersebut sangat mudah masuk,” ujarnya.

Dengan banyak barang haram yang masuk, Frans Barung mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar bisa melakukan kerja sama dengan penegak hukum untuk membasmi narkotika di bawah pengawasan Polda Sulselbar. “Saat ini, pihak keamanan lebih banyak mengawasi pelabuhan besar-besar seperti Pelabuhan Sukarno Hatta dan Pelabuhan Parepare. Saya mengharapkan kepada seluruh masykarakat, agar bisa bekerja sama dengan kami untuk bisa membasmi barang haram itu,” tegasnya.

Disinggung soal anggota polisi yang menjadi pengedar dan pemakai seperti Brigadir Eddy Chandra (DPO), Brigadir Supardi, Brigadir Kasrul, Brigadir Sunardi; dan anggota Polres Palopo Inspektur Dua Syaharuddin, Frans Barung menegaskan bahwa anggota kepolisian yang terlibat akan dipecat.

“Anggota yang terlibat pastinya kami akan pecat, dikarenakan barang bukti yang mereka bawa sangat besar 3,5 kg. Saya anggap itu bukan lagi pengguna, namun bandar yang besar. Oleh karena itu saya sudah pastikan mereka dipecat,” tegasnya.

Frans Barung juga menyinggung jika pihak Polda Sulselbar akan melakukan pemeriksaan terhadap bawahannya mulai dari atas hingga paling bawah. “Komitmen Kapolda (Plt), Brigjen Pol Gatot Edi Pramono untuk memberantas semua ini, mulai dari atas hingga bawah,” tuntasnya.


Tag
  • narkoba
  •  
    div>