SELASA , 11 DESEMBER 2018

Parepare Dapat Pujian Raskin

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 19 April 2016 08:24

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendapatan Propinsi Sulawesi Selatan, Tautoto Tanaranggina Sarungallo mengakui kerja-kerja Walikota Parepare terutama dalam menggratiskan beras miskin kepada warga miskin yang ada di Kota Parepare, dia mengakui program raskin adalah satu-satunya yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan.
 
Kebijakan Raskin gratis ini mencatatkan Taufan sebagai Walikota pertama di Sulsel yang memberi Raskin gratis kepada warganya. Ini juga sekaligus menjadi inovasi baru bagi Pemerintah Kota Parepare yang diharapkan menstimuli sektor lainnya guna menghadirkan layanan kepedulian serupa.
 
 “Program raskin gratis yang diterapkan Walikota Parepare adalah ide yang sangat visioner, dan jika ada yang ingin menerima beras raskin datang saja ke Kota Parepare,” aku Tautoto dalam sambutannya pada Acara Monitoring dan Evaluasi Pencapaian Realisasi Pendapatan serta Realisasi Fisik dan Keuangan untuk Triwulan Pertama Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan di Barugae Rumah Jabatan Walikota Parepare, Senin (18/04).
 
Walikota Parepare DR. H. M Taufan Pawe dalam membuka acara monitoring dan evaluasi ini, menjelaskan program beras raskin untuk warga miskin di Kota Parepare berangkat dari intervensi pemerintah daerah dalam menggratiskan beras raskin, karena selama ini yang terjadi, meski dikatakan beras miskin faktanya masyarakat harus tetap mengeluarkan uang untuk menikmati raskin.
 
Taufan menyampaikan, seluruh biaya untuk mengratiskan Raskin ditanggulangi Pemerintah Kota Parepare melalui APBD 2016 bagi 4965 Kepala Keluarga, “ini adalah bentuk kepedulian pemerintahan terhadap warga kurang mampu yang ada di Kota Parepare,” tegasnya.
 
Raskin Gratis yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2016 kemarin, penerima di seluruh Kota Parepare sudah tidak dibebankan untuk membayar raskin sebesar Rp 24 ribu per zak sebagaimana yang terjadi selama ini.
 
Bukan hanya program raskin gratis, Taufan Pawe juga menyampaikan di depan seluruh peserta Monitoring dan evaluasi, proyek fisik yang tahun ini sementara berjalan, mulai dari pembangunan Rumah Sakit Tipe B Plus Pendidikan dengan kapasitas 1000 tempat tidur serta  Balai Ainun Habibie.
 
Terkait pendapatan asli daerah (PAD) Kota Parepare, Taufan menjelaskan PAD tahun ini sudah menembus 117 miliar yang pemerintahan sebelumnya ia diwarisi senilai 67 miliar, dan kembali menargetkan tahun depan 137 miliar.
 
Selain mengakui beberapa program kerja Walikota yang dinilai sangat inovatif, Tautoto juga mengakui sistem kerja yang diterapkan dua tahun terakhir dalam memimpin, dan perannya dalam membangun Kota Parepare sehingga mengalami perkembangan yang sangat pesat.
 
“Saya kaget dengan perkembangan yang terjadi di Kota Parepare yang sangat berubah dari beberapa tahun sebelumnya,” ungkap Tautoto di depan Walikota Parepare dan seluruh anggota forum monev yang berasal dari 24 Kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
 
Tautoto yang sengaja berkeliling di Kota Parepare mengakui jalan jalan yang ada di lorong dan jalan lingkungan Kota Parepare sangat bagus. “Berkeliling di Kota Parepare kita tidak usah menggunakan motor atau mobil, cukup dengan skateboard kita dapat berkeliling karena aspalnya yang sangat mulus,” terangnya.
 
Pemilihan Kota Parepare sebagai tempat pelaksanaan rapat karena Parepare dinilai sebagai daerah yang perkembangannya cukup pesat selama 2 tahun terakhir. Selain itu, Kota Parepare merupakan kota penerima bagi hasil terbesar di Sulawesi Selatan yaitu mencapai 40 Miliar.


div>