SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Parepare Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah STQ

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 17 Maret 2017 15:53
Parepare Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah STQ

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, membuka rapat persiapan pelaksanaan STQ ke-30 tingkat Provinsi Sulsel, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Jum'at (17/03/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, membuka rapat persiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-30 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Jum’at (17/03/2017).

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare Mustafa Andi Mappangara, Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Parepare Hj. Ernawati Rasyid, pejabat dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, serta sejumlah perwakilan dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Parepare, Iwan As’ad, mengatakan, STQ nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret hingga 3 Mei mendatang. Selain itu, kata dia, pihaknya juga mulai berbenah dan merancang berbagai program untuk menyukseskan acara tersebut. 

“Ini adalah amanah dan sarat dengan tantangan. Maka kita harus mengerahkan segala potensi kita untuk menyukseskan kegiatan tersebut,” katanya.

Sementara, Wali Kota Parepare, Taufan mengungkapkan, kondisi Parepare sekarang ini, sudah menjadi perhatian baik secara regional maupun nasional. Sehingga, kata dia, Parepare harus siap menerima amanah sebagai tuan rumah, dalam berbagai kegiatan besar.

“Tidak boleh ada kata tidak siap atau tidak bersedia. Karena, ini terkait persoalan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan. Karena, saya ingin sekali memanfaatkan momen ini sebagai wujud indentitas Parepare sebagai Kota Santri, Kota Ulama dan Kota Relijius,” jelasnya.

Taufan mengemukakan, kepercayaan yang diberikan pada Parepare sebagai tuan rumah, bukan tanpa alasan. Apalagi, kata dia, personil pengamanan dari TNI/Polri, sangat maksimal dalam menciptakan keamanan, dan ketertiban di Parepare. “Saya sudah bayangkan, dengan kegiatan ini nantinya, akan merealisasikan teori telapak kaki yang saya terapkan,” ujarnya.

Taufan menginginkan, semangat kepanitiaan lokal betul-betul harus bersinerji dengan kepanitiaan dari Provinsi. Supaya, katanya, tidak ada cerita-cerita yang tidak nyaman, dari masyarakat luar daerah utamanya yang mengikuti STQ nantinya.

“Saya mengingatkan kepada panitia, harus ada kerja-kerja ekstra, berupa publikasi dan sosialisasi ikon-ikon Kota. Supaya, orang mengetahui bahwa beberapa ikon kita seperti taman syariah, merupakan satu-satunya di Indonesia,” bebernya.

Taufan menjelaskan, pemerintah bertanggungjawab untuk menyukseskan STQ tersebut. Sehingga, lanjutnya, kepanitiaan harus ikhlas dalam bekerja, karena kepanitiaan merupakan kerja-kerja ibadah. “Kepanitiaan kita harus jadi pelaksana yang terbaik. Saya tidak akan tinggal diam, karena akan membawa nama Kota kita,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan kerja kepanitiaan, lanjut Taufan, pihaknya mempersilahkan pada panitia untuk berinovasi dan berimprovisasi. Karenanya, Taufan meyakini, kepanitian yang dibentuk nantinya akan bekerja dengan solid, dan yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang memiliki ide-ide cemerlang.

“Saya perintahkan kepada Camat dan Lurah, untuk menjemput, kawal, dan olah dengan baik, para peserta maupun tamu-tamu pada STQ nanti. Karena ini kegiatan pemerintahan, sehingga harus dilaksanakan dengan maksimal,” tandasnya. (Luki)


Tag
div>