SABTU , 16 DESEMBER 2017

Parepare Optimis Pertahankan Penghargaan Kota Sehat Level Tertinggi

Reporter:

Editor:

niar

Rabu , 25 Oktober 2017 17:43
Parepare Optimis Pertahankan Penghargaan Kota Sehat  Level Tertinggi

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Pemerintah Kota Parepare optimis dapat mempertahankan penghargaan sebagai kota sehat kategori Swasti Saba Wistara. Penghargaan ini merupakan penghargaan terbaik kota sehat dengan kualifikasi penilaian tertinggi dengan titik penilaian tujuh tatanan pada 2015 lalu, dan tahun ini meningkat menjadi delapan tatanan penilaian

“Delapan tatanan itu, adalah lingkungan pendidikan sehat, parawisata sehat, perhubungan sehat, kehidupan sosial masyarakat , perkantoran, pangan, hutan, dan pertambangan sehat. Untuk yang tatanan kedelapan itu kita tidak termasuk karena di Parepare tidak ada pertambangannya. Kita optimis dapat mempertahankan penghargaan Wistara,” optimis, Min, sapaan Ketua Forum Kota Sehat yang juga Anggota DPRD Parepare dalam menerima kunjungan Tim Verifikasi Kota Sehat di Ruang Pola Setdako, Parepare, Rabu, (25/10/2017).

Dalam kiprah penyelenggaraan kota sehat yang resmi digelar 2005 lalu kata Min, Parepare tercatat sudah empat kali meraih penghargaan kota sehat. Namun ada yang menarik, pasalnya, sempat absen dalam perhelatan kompetisi kota sehat 2013, Parepare langsung unjuk gigi dengan penghargaan gemilang pada tahun 2015 dengan meraih penghargaan level tertinggi atau kategori Swasti Saba Wistara.

Diuraikannya, dalam penilaian kota sehat yang berlangsung pertama kali pada tahun 2007 lalu, Parepare hanya meraih penghargaan kota sehat kategori swasti saba padapa. Padapa merupakan klasifikasi penghargaan untuk kelas pemantapan bagi Kabupaten/Kota.

Penilaian kota sehat berlangsung dua tahun sekali. Pada penilaian kota sehat berikutnya tahun 2009 dan tahun 2011, Parepare kembali meraih penghargaan kota sehat kategori Wiwerda. Wiwerda merupakan penghargaan kota sehat yang diberikan kepada kabupaten/kota untuk kategori pembinaan.

“Alhamdulillah, 2013 kita zero, dan 2015 kita langsung menyabet penghargaan level tertinggi, yaitu Wistara,” urainya.

Rombongan Tim Verifikasi yang diketuai Trisno Subarkah ini, terdiri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), didampingi sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Sementara, dalam menerima kunjungan Tim Verifikasi Kota Sehat, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe banyak memaparkan pembangunan fisik, dan pembangunan umat yang gencar dilakukan dalam kepemimpinannya menuju Kota Sehat Jasmani dan Rohani.

Wali Kota yang berlatarbelakang praktisi hukum, mengulas cara pandangnya tentang makna sehat.

“Kami menerjemahkan makna sehat secara bijak, bukan cuma sehat jasmani tapi juga sehat rohani, sehingga kita implementasikan dengan berbagai program religius. Selain itu, juga mengembalikan roh Parepare sebagai Kota Santri dan Kota Ulama,” papar Taufan Pawe.

Taufan juga mengulas berbagai fasilitas unggulan terkait pelayanan kesehatan, semisal layanan cuci darah (Hemodialisa). Jika pada umumnya, kata Taufan, layanan cuci darah dapat mengganggu produktifitas pasien, namun cuci darah di Parepare tidak memberikan dampak buruk terhadap pasien.

Menghadirkan fasilitas dengan harga ‘wah’ tersebut, Taufan Pawe berhasil menggandeng perusahaan ternama di Jepang, yaitu Kaikoukai Medical Foundation.

Sementara, Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat, Trisno Subarkah menyebutkan jumlah Kota atau Kabupaten yang mengikuti verifikasi pada tahun ini.

Pada 2015 lalu, jumlah Kabupaten/Kota yang mengikuti verifikasi sebagai Kota Sehat berjumlah 140 , sementara tahun ini, meningkat menjadi 173 Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Mudah-mudahan setelah diverifikasi, penghargaan Wistara di Parepare bisa dipertahankan,” pungkasnya. (Nia)


div>