JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Parepare Serasa di Singapura

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 08 Februari 2016 18:08

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Prof Dr dr Idrus A Paturusi SpBO memuji kemajuan Kota Parepare yang disebutnya dapat menjadi Singapura baru di Indonesia. Saat menghadiri acara jamuan makan malam yang diselenggarakan Pemerintah Kota Parepare di monumen cinta sejati Habibie Ainun, Sabtu, (6/2). Mantan Rektor Unhas itu pun tak dapat menyembunyikan kekagumannya pada keindahan dan kemajuan Kota Parepare.

“Walau kampung saya di Pinrang, namun saya mengenal baik Parepare. Waktu pendidikan beda saya banyak tinggal di sini. Hanya saja, dibanding dulu sekarang luar biasa. Kita jalan tadi seperti tidak di Parepare, tapi serasa di Singapura,” kata  Prof Dr dr Idrus A Paturusi.

Ia juga memuji kepemimpinan dan perencanaan kota yang dilakukan Taufan Pawe. Menurutnya, kemajuan yang dicapai Parepare saat ini tidak terlepas dari managemen kepemimpinan Taufan yang visioner. “Kuncinya harus visoner karena kalau  tidak ada visi kita tidak bisa apa apa. Seperti berjalan kalau tidak punya tujuan, jadinya hanya mutar-mutar,” katanya.

Ia pun membandingkan Parepare dengan Bantaeng . Menurutnya, dua daerah ini merupakan ikon kemajuan dan perkembangan daerah-daerah di Sulsel. Hanya saja, kata dia, Parepare dalam berbagai segi lebih maju dari Bantaeng.

“Ini baru dua tahun bagaimana kalau delapan tahun seperti Bantaeng. Parepare ini sangat luar biasa dan kita bangga karena wali kotanya, adinda Dr Taufan Dahsat adalah alumni Unhas,” kata Prof Idrus disambut tepuk tangan anggota Senat Akademik Unhas yang memadati pelataran Monumen Cinta Habibie Ainun.

Sekadar informasi, nama Taufan Dahsat pertama kali diberikan Bj Habibie kepada Taufan Pawe menyusul kesuksesan Taufan mewujudkan pendirian ITH Parepare. Nama ini selanjutnya menjadi panggilan tetap Habibie kepada Taufan.

“Kota Parepare ini adalah aset Sulsel. Para senator sudah komitmen akan membantu pengembangan Parepare. Dari berbagai bidang kita akan bantu, baik itu bidang teknik, hukum, ekonomi dan sebagainya,” kata Prof Idrus lagi mengulang komitmen yang dibangun seluruh anggota Senat Akademik Unhas dalam Raker di Restoran Dinasty, Sabtu 6 Fabruari.

Ketua Senat Akademik Unhas, Prof Dr M Tahir Kasnawi SU, menyatakan pemilihan Parepare sebagai tempat Raker Senat Akademik Unhas bukan tanpa alasan. Awalnya kata dia, mereka memilih Kota Malino Gowa. Namun pilihan ini tidak mendapatkan dukungan kuat dari seluruh anggota Senat.

“Malino dalam Bahasa Bugis artinya Sepi. Unhas sebagai kampus terbesar tentu harus cari tempat yang ramai, tempat yang banyak kaki orang datang. Ketika Malino dicoret muncul nama Parepare dan tidak ada yang tolak,” ungkapnya.

Pertimbangan Senat memiliki Parepare  kata Prof Tahir karena kota ini punya sejarah historis pendidikan yang sangat tinggi. Banyak tokoh nasional diketahui pernah bersekolah di Parepare. “Prof Basri Hasanuddin, Prof Baharuddin Lopa, banyak sekali dan puncaknya adalah Bapak BJ Habibie yg terkenal di seluruh dunia,” paparnya.

Pertimbangan kedua adalah kemajuan Kota Parepare. Kota ini kata Prof Tahir, tempat yang luar biasa dan sangat layak menjadi tempat pertemuan berskala regional dan nasional.

Selanjutnya, pertimbangan ketiga adalah Parepare merupakan kota di Sulsel yang sering menjadi tempat persinggahan presiden  Indonesia.  Hampir seluruh presiden RI pernah bermalam di Parepare.

“Tidak banyak kota di Indonesia yang selalu disinggahi presiden bahkan bermalam. Dan kalau Jokowi datang ke Sulsel saya yakin juga akan bermalam di sini (Parepare,red),” katanya.

Sama Prof Idrus, Prof Tahir juga memuji kemajuan Kota Parepare. Dua tahun terakhir perkembangan Parepare sangat luar biasa. Dulu, kata Prof Tahir, kalau ke Parepare orang hanya mengenal Carlos, tapi sekarang ada banyak tempat di Parepare yang bisa didatangi.

Kemajuan Parepare tersebut membuktikan pengelolaan pemerintahan di daerah ini telah dikelola dengan baik. Universitas Hasanuddin yang tengah berjuang menjadi community university, kata Prof Tahir, memandang Parepare sebagai daerah strategis dan potensial. Terlebih jika proyek kerata api Makassar–Parepare telah rampung, kota ini akan dikunjungi banyak orang.

Rektor Unhas, Prof  Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, menyatakan pilihan 80 orang anggota Senat Akademik Unhas menyelenggarakan Raker di Parepare tidak salah. Prof Dwia yang mengaku jarang ke Parepare, mengatakan pihaknya sudah melihat kemajuan Kota Parepare dan mereka berkomitmen membantu mewujudkan daerah ini sebagai kota kosmopolitan.

“Kita sudah liat kenyataanya. Kita juga sudah komitmen untuk serius membantu Parepare tumbuh jadi kita kosmopolitan, khususnya kota pendidikan. Dari sini akan terus berkembang jadi kita industri. Unhas sekali siap bantu Parepare,” kata Prof Dwia.


Tag
  • parepare
  •  
    div>