SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Parepare Target Industri Tanpa Cerobong Asap

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 08 Maret 2017 20:05
Parepare Target Industri Tanpa Cerobong Asap

Suasana pelaksanaan Musrenbang tingkat Kota Parepare, yang dilaksanakan di Puang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Rabu (08/03/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Setelah sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), untuk tingkat Kelurahan, Kecamatan, juga untuk Perempuan dan Anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare, melaksanakan Musrenbang untuk tingkat Kota dilaksanakan di Puang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Rabu (8/3).

Musrenbang dibuka langsung oleh Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, yang dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanamn Modal Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Andi Muh Yamin, Kepala Bappeda Parepare Iwan As’ad, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare Kaharuddin Kadir, serta sejumlah pejabat dalam lingkup Pemkot Parepare.

Kepala Bappeda Parepare, Iwan As’ad, mengatakan, pelaksanaan Musrenbang tingkat Kota, secara umum lebih konsentrasi dan mengarah pada penyesuaian, penyepakatan serta klarifikasi terhadap usulan rencana kerja pada tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun dalam Organisasi Pembangunan Daerah (ODP). Hal tersebut, kata dia, untuk mengintegrasikan usulan yang ada dengan prioritas pembangunan daerah.

Dia mengemukakan, pihaknya fokus pada penuntasan program kerja pemerintah, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018. Apalagi, kata dia, 2018 adalah tahun terakhir pelaksanaan RPJMD. Meski demikian, sejumlah program telah tercapai dan melampaui target.

“Yang menarik pada tahun ini yaitu, perpaduan Musrenbang tingkat Perempuan dan Anak, yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Hal tersebut, sebagai bukti bahwa pemerintah peduli dan progresif, dalam menyerap aspirasi semua kalangan dari bawah, yang sifatnya lebih partisipasitf,” katanya.

Dia mengungkapkan, aspirasi perempuan dan anak yang belum terealisasi pada tahun ini, maka akan ikut dalam Musrenbang berikut. Yang jelas, katanya, gambaran umur terkait aspirasi perempuan dan anak, terdapat dalam RPJMD. “Karena, RPJMD tidak rinci, namun cantolan program untuk perempuan dan anak sudah ada. Untuk Musrenbang Perwm” ujarnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanamn Modal Daerah Pemprov Sulsel, Andi Muh Yamin, menjelaskan, setiap daerah wajib melakukan penyusunan rencana kerja, sebagai bentuk penjabaran program kerja dalam daerah masing-masing. Sekaligus, kata dia, pembahasannya dalam Musrenbang, juga sebagai refleksi dan ajang dialog untuk menyampaikan aspirasi.

“Ke depannya, awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) untuk tahun anggaran 2018, rumusan kerja yang ada harus memacu kepada visi dan misi Pemprov Sulsel. Tak lain, untuk mewujudkan sinerjitas antara Pemprov dan daerah, sehingga realisasinya bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.
[NEXT-RASUL]
Sedangkan, Wali Kota Parepare, HM. Taufan Pawe, memaparkan, Pemkot harus terus sejalan dengan Pemprov. Apalagi, peran Pemprov dalam mendukung program kerja pada setiap daerah sangat besar. Sehingga, kata dia, penyelasaran program yang ada di Pemprov, sedianya bisa dimaksimalkan oleh daerah.

“Pencapaian proses rencana kerja yang kami lakukan, harus jelas dan terus memperlihatkan progres peningkatan. Hal itu dilakukan secara rutin setiap pekannya, dengan laporan masing-masing SKPD, yang dibuktikan dengan data yang faktual dan menggunakan angka,” jelasnya.

Taufan menegaskan, rencana kerja pada tahun 2018 mendatang, harus lebih jelas dan terarah. Target ke depan, lanjut Taufan, Parepare akan menghadirkan industri tanpa cerobong asap, yang kini telah siap diwujudkan. “Yakni industri pelayanan kesehatan, pendidikan dan pariwisata,” tandasnya.


div>