MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Parkir Berbayar UIN Alauddin Batal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 20 Desember 2016 10:01
Parkir Berbayar UIN Alauddin Batal

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin melakukan aksi unjuk rasa menolak diberlakukannya parkir berbayar bagi mahasiswa, di depan Kantor Rektorat UIN Alauddin Samata Gowa, Makassar, Senin (19/12). foto: muhaimin/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ribuan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UIN Alauddin Samata, Kabupaten Gowa, Senin (19/12). Unjuk rasa ini menyikapi pemberlakuan parkir berbayar di UIN Alauddin.

Rektor UIN Alauddin, Musafir Pababbaru mengatakan, kebijakaan parkir berbayar diterapkan setelah maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di UIN Alauddin. Meski baru sekedar wacana, menurut Musafir pihaknya juga belum memberlakukan hal tersebut.

“Ini sebenarnya baru sekedar wacana, kami belum berlakukan,” ungkap Musafir di hadapan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.

Ia mengaku, kedepan akan meminta kepada seluruh petugas keamanan kampus untuk lebih menjaga situasi agar tidak lagi marak pencurian motor.
“Peran security nanti yang akan kita kuatkan. Untuk parkir berbayar, kemarin itu masih sosialisasi belum diberlakukan,” ucap Musafir.

Namun, setelah unjuk rasa tersebut, Musafir akhirnya mengamini permintaan mahasiswanya. “Anak-anakku, hari ini saya putuskan tidak akan memberlakukan parkir berbayar itu,” tegasnya disambut sorakan pengunjuk rasa.

Diketahui, penerapan parkir berbayar juga tidak sepenuhnya dikelola oleh UIN Makassar, namun dipihakketigakan ke PT Auto Parking melalui Kerja Sama Operasional (KSO) yang diprakarsai melalui Pusat Pengembangan Bisnis (P2B).

Dari hasil parkir berbayar itu, dibagi 80 persen berbanding 20 persen. 80 persen masuk ke kas UIN, dan 20 persen dikuasai oleh PT Auto Parking. (***)


div>