SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Parkir Online Tak Maksimal, PD Parkir Uji Coba Terminal Parking

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 12:15
Parkir Online Tak Maksimal, PD Parkir Uji Coba Terminal Parking

Ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya langsung berbenah, pasca Wali Kota Makassar melantik jajaran direksi yang baru beberapa waktu lalu. salah satu program yang saat ini digenjot yakni penerapan terminal parking di Kota Makassar.

Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, Satriani Ulfa Mungkasa mengatakan, penerapan terminal parking merupakan terobosan dari PD Parkir, setelah npenerapan parkir online yang hasilnya kurang maksimal.
Tujuannya, meminimalisir adanya juru parkir (jukir) liar yang kerap menimbulkan kemacetan dibeberapa titik di Kota Makassar.

“Selain mengatasi jukir liar, kita ingin meningkatkan pendapatan mereka (jukir) dengan penerapan Terminal Parking ini,” ungkap Satriani Ulfa Mungkasa, Rabu (17/10).

Kata Fifi, sapaan akrabnya, penerapan terminal parking ini akan segera dilakukan uji coba terlebih dahulu pada tiga kawasan parkir yang selalu ramai aktifitas masyarakat. Diantaranya, di Jalan Penghibur, Jalan Somba Opu, dan Jalan RA Kartini.

“Dengan sistem ini, perlahan-lahan akan menghilangkan parkir liar, sehingga kami bisa menata jukir resmi. Setelah semuanya tertata, barulah kita gunakan sistem teknologi untuk bisa meningkatkan PAD,” ucapnya.

“Kita optimis alat yang akan kita gunakan ini sangat membantu PD parkir untuk menertibkan jukir liar dan meningkatkan labanya,” tambahnya.

Kata Fifi, teknologi yang akan digunakan untuk perparkiran masing-masing setiap titik berbeda jumlahnya. Untuk Jalan Penghibur menggunakan 10 alat terminal parking, Jalan Somba Opu dan Jalan RA Kartini masing-masing menggunakan 7 alat.

“Kalau saya pingin secepatnya bisa menerapkan terminal parking, cuman kan alat itu mahal. Jadi, kita butuhkan waktu selama enam bulan sebelum uji coba sistem ini diperluas,” katanya.

Fifi berharap, sistem terminal parking ini juga menyasar wilayah yang potensial dalam hal pendapatan, sebut saja di kawasan Boulevard dan Pengayoman. Pasalnya, didaerag tersebut merupakan titik aktivitas yang dimana masyarakat menggunakan lahan untuk memarkir kendaraan.

“Kita pengin cepat memasangkan alat di Boulevard, Pengayoman, Sulawesi dan Irian serta titik-titik semrawut parkir,” ucapnya.

Direktur Operasional PT Kinarya Terbaik Indonesia, Wahyu Ramadhan memaparkan bagaimana operasi TPE ini. Sebelum memasuki area parkir, Pengunjung akan lebih dahulu menginput tipe kendaraan.

Lalu melakukan pengisian plat nomor kendaraan. Kemudian mengestimasikan durasi waktu parkir. Dan menempelkan kartu parkir untuk melakukan pembayaran. “Nanti ketika keluar, jukir akan mengambil karcis dan menghitung berapa durasi waktu parkirnya,” ungkapnya.

Untuk penggunaan kartu elektronik, masyarakat bisa menggunakan kartu e-money apa saja dari bank apa saja.

“Jadi tidak buat kartu baru. Yang sudah ada bisa digunakan lagi. Ini juga gerakan non tunai lebih digalakkan,” imbuhnya.

TPE ini sudah berjalan di 9 kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan, Bogor dan masih banyak lagi. (*)


div>