KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Parkiran Toko Tani Jadi Biang Macet di Poros Takalar

Reporter:

Supahrin Tiro

Editor:

Muh Sophian AS

Jumat , 17 November 2017 20:04
Parkiran Toko Tani Jadi Biang Macet di Poros Takalar

Kondisi parkir kendaraan di Toko Tani yang membludak menyebabkan kemacetan di Jalan Poros Takalar-Jeneponto. Foto : Supahrin Tiro/RakyatSulsel

TAKALAR,RAKYATSULSEL.COM – Pengunjung Toko CV Tani Berdikari, yang terletak di Jalan Sudirman (Poros Takalar) Kelurahan Kallabbirang, Kecamatan Pattallassang dinilai menggangu pengguna jalan raya. Pasalnya, lahan parkir yang disiapkan oleh Toko Berdikari tidak mampu menampung kendaraan pengunjung di toko tersebut. Akibatnya kendaraan parkir dengan memanfaatkan badan jalan.

Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel, terlihat beberapa kendaraan roda empat yang terparkir di badan jalan poros Takalar- Jeneponto ini sehingga mengakibatkan jalanan macet dan mengganggu pengguna kendaraan.

Salah satu pengguna jalan, Daeng Leo mengatakan, dirinya sangat diresahkan oleh pengunjung Toko Tani yang memarkir kendaraannya di badan jalan sehingga mengakibatkan macet. “Saya sangat menyayangkan pemilik toko dan pemerintah karena adanya pembiaran ini,” keluhnya, Jumat (17/11).

Sementara itu, Kepala Toko Tani, Sri pun membenarkan bahwa memang terjadi macet karena padatnya pengunjung yang datang setiap hari di Toko mereka.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Takalar, Husrianto juga membenarkan bahwa kondisi parkir di Toko Tani sangat mengganggu pengguna jalan yang mengakibatkan jalan poros Takalar – Jeneponto menjadi macet. “Kami menyikapi hal tersebut, sehingga kami pernah menyurati pemilik Toko Tani Berdikari, untuk mau mengambil alih pengelolaan parkirannya karena memang kami punya tugas untuk menertibkan pengguna jalan sehingga pengguna jalan tidak merasa terganggu, hanya saja pemilik toko, Umar Nurhidayat tidak menyikapi permintaan kami,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Husrianto, pemilik toko tidak paham dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dengan angkutan jalan, PP No.79 tahun 2013 tentang jaringan lalulintas angkutan jalan pasal 102, tentang penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum di luar ruang milik jalan dan Perda Kabupaten Takalar No 10 tahun 2012 tentang retribusi parkir.

Selain itu, kata pihaknya, Umar tidak mau pengelolaan parkiran tokonya diambil alih oleh pemerintah, kecuali semua pengusaha toko di Kabupaten Takalar pun diterapkan secara keselurahan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Takalar. (*)


div>