RABU , 13 DESEMBER 2017

Parpol Abaikan Kader Tulen

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 05 Oktober 2017 13:07
Parpol Abaikan Kader Tulen

Bendera partai politik. (Int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepentingan elite politik di sejumlah daerah dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak ternyata tidak sejalan. Sejumlah kader tulen partai politik terpaksa harus menjadi korban dari ambisi parpol.

Saat ini sejumlah parpol masih memperhitungkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan siapa sosok pasangan calon yang akan diusung. Selain faktor kepentingan, kemungkinan ada faktor lain yang membuat partai belum mengambil sikap.

Faktor uang misalnya, bisa jadi salah satu pertimbangan partai jika merasa bahwa pasangan yang diusungnya sulit untuk menang. Disamping itu, apabila ada partai yang menunggu dihubungi partai lain untuk diajak mendukung calon tertentu, tentu saja ada timbal balik dari kesepakatan tersebut.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai yang lebih banyak memberikan rekomendasi kepada non kader, dibanding kader internal mereka. Di Sidrap, PKS menyerahkan dukungannya kepada Fatmawati Rusdi, Sinjai (Takyuddin Masse), dan Palopo (Judas Amir). Sedangkan, kader internal mereka hanya dipersiapkan jika memang memungkinkan untuk maju. Seperti Amru Saher (Luwu), Sahabuddin (Bantaeng), Asriady Samad (Papepare), Andi Tahal Fasni (Jeneponto), Hasanna Lawang (Enrekang), dan Sri Rahmi, Iqbal Djalil, Mudzakkir Ali Djamil (Makassar). Namun, dari sejumlah nama yang didorong tersebut, belum ada satupun yang mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai kosong satu mapun kosong dua.

Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Aryadi Arsal, mengakui, tidak ingin memaksakan kader untuk bertarung di pilkada. Seperti di Pinrang, Sinjai, Sidrap, Wajo dan Bone. Namun untuk daerah yang belum diusung, setiap kandidat harus memiliki komitmen terhadap PKS.

“Yang diusung harus menjalankan komitmen partai dengan menjalankan visi misi partai dan bisa memenangkan pemilihan,” ucapnya.

Anggota DPRD Sulsel ini melanjutkan, kandidat harus menjaga visi misi PKS dalam pemerintahan. Harus mengutamakan keummatan PKS, sesuai visi misi partai dan bisa membesarkan partai. Apalagi, ke depan akan dilaksanakan Pemilu Legislatif (Pileg).


div>