RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Parpol Baru Numpang Beken

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 15 Maret 2017 09:58
Parpol Baru Numpang Beken

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Momentum Pilkada Serentak dan Pilgub Sulsel 2018 bakal menjadi ajang parpol baru untuk mendongkrak electoral partainya.

Hal ini dinilai wajar mengingat parpol baru masih mencari market politik yang pas untuk bisa bertahan maupun lolos dalam ajang politik selanjutnya. Terlebih dalam event politik di daerah jika nantinya dinyatakan lolos sebagai partai peserta pemilu 2019 nanti.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Luhur Priyanto menilai, parpol baru semestinya bisa meningkatakan kinerja politiknya dengan memanfaatkan momentum yang sedang berlangsung di daerah, termasuk Pilkada serentak 2018 mendatang.

Ia menilai, parpol baru juga memiliki bargaining politik bagi kandidat yang akan maju di kontestasi politik tersebut. Hal ini bukan tanpa alasan, meskipun baru tentu memiliki kader yang siap bekerja melakukan pemenangan. Ini pun dinilai akan berimplikasi terhadap meningkatnya popularitas parpol baru tersebut di masyarakat. “Betul, dukungan dari Parpol baru non Pemilu, punya keuntungan tersendiri. Plus nya, sekecil apapun jumlah konstituen nya tentu bisa menambah suara dukungan bagi kandidat. Bahkan bentuk pemenangan yang dilakukan secara khsusus oleh parpol baru, bisa berdampak terhadap meningkatnya keterkanalan parpol tersebut di masyarakat,” ungkapnya, (14/3).

Namun, kata Luhur, Parpol baru juga perlu memperhatikan penguasaan di lapangan dalam mendukung pemenangan kandidat. Pasalnya, dikuatirkan akan timbul kecenderungan pemaksaan untuk memilih kandidat yang diusung partai ke masyarakat. “Negatifnya, partai politik baru non pemilu ini, bisa juga merugikan kandidat, jika partai politik tersebut over eksploitasi terhadap kandidat dan tidak optimal memberikan dukungan sumberdaya politik yang dimiliki,” terang Luhur.

Lebih lanjut, Luhur menuturkan, sebagai pendatang baru dalam kontestasi perpolitikan, Parpol baru memang harus mampu mengangkat elektabilitas partainya dihadapan masyarakat umum. Sehingga, penting untuk memanfaatkan momentum Pilkada yang tengah berlangsung ini. “Partai politik baru memang harus jeli memanfaatkan setiap momentum Pilkada untuk mensosialisasikan nilai dan identitas partai yang bersangkutan. Kesempatan ini sangat baik “ditumpangi” partai politik baru, untuk merawat eksistensinya dalam ruang diskursus politik,” jelasnya.

Sementara itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy menuturkan, Parpol baru dapat menjadi mesin politik yang memiliki nilai strategis bagi kandidat. “Sisi positif dukungan parpol baru terhadap kandidat tentu bisa memperkuat mesin politik yang sedang dibangun meski tak memiliki kursi di DPRD. Selain itu juga bisa membentuk opini yang baik bagi seorang kandidat dengan dukungan parpol baru, apalagi jika kandidat sudah mendapatkan dukungan dari parpol yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

“Dengan dukungan yang diberikan terhadap kandidat, parpol baru tentu punya harapan agar di pileg nanti mendapatkan support dari kandidat yang didukung,” lanjutnya.

Nursandy menjelaskan, Parpol baru harus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk dapat dikenal. Pasalnya, untuk dapat berkontribusi mengusung kandidat, maka terlebih dahulu parpol baru tersebut mampu dikenal di masyarakat luas. “Dukungan parpol baru terhadap kandidat juga bagian dari upaya untuk membangun image partai, apalagi jika kandidatnya memang diterima dengan baik oleh masyarakat,” terang Nursandy.

Namun dari sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh kandidat dengan mendapatkan dukungan parol baru, Nursandy menyebutkan, parpol baru tentunya belum bisa secara optimal memenangkan karena tidak memiliki kursi legislatif. Sehingga tidak dapat mengusung sesuai syarat dan aturan yang berlaku. “Minusnya bagi seorang kandidat, parpol baru tidak memiliki kursi sehingga tidak bisa memperkuat syarat dukungan dalam proses pencalonan,” tuturnya.

Sejauh ini, sejumlah parpol baru, mulai melakukan persiapan untuk menentukan arah politiknya, terkait figur yang akan dimenangkan di pilkada serentak nanti, termasuk Pilgub Sulsel.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadli Noor mengatakan hingga saat ini PSI Sulsel belum menentukan pilihan mendukung figur di Pilgub. “Untuk saat ini PSI belum tentukan kiblat figur di Pilgub, sementara kita lakukan pengamatan untuk direkomemdasikan ke DPP,” ujarnya.

Meskipun belum muncul pernyataan resmi dari DPP, namun kata dia suara di akar rumput sudah menunjukan arah dukungannya kepada salah satu kandidat yang akan di dukung. “Kita masih rapat internal dan melihat survei setelah itu direkomendasi kan ke DPP,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Meski belum berhak untuk mengusung. Tetapi partai yang baru dibentuk itu, secara terbuka menyatakan dukungan kepada figur yang popularitasnya tinggi agar bisa ikut mendongkrak popularitas partainya. “Kita lihat figur yang paling baik, karena figur yang cukup baik untuk Sulsel kedepan akan memberikan juga nilai tambah terhadap PSI,” pungkasnya.

Sementara, Partai Islam Damai Aman (Idaman) segera mengeluarkan rekomendasi untuk para Bakal Calon Kandidat Gubernur pada Pilgub Sulsel 2018. “Ada empat nama Bakal Calon Gubernur telah diserahkan DPD Idaman beberapa waktu lalu, yakni Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Abdullah, Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Halid,” kata Ketua DPD Partai Idaman Sulsel, Idham Jaya Gaffar.

Dia mengatakan keempat nama yang disodorkan ke DPP tersebut berdasarkan hasil survei dengan menggunakan tiga lembaga survei sehingga dijadikan sebagai patokan dalam menentukan figur. Dia mengungkapkan, pihaknya sengaja mengeluarkan rekomendasi lebih cepat agar kader bergerak lebih awal membentuk tim sampai ditingkat kabupaten dan kecamatan untuk memenangkan calon yang didukung. “Dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan rekomendasi dukungan untuk calon Gubernur Sulsel,” tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sulsel, Sanusi Ramadhan mengatakan pada prinsipnya partai politik berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun. “Partai Perindo memang belum bisa mengusung, namun pastinya akan turut berpartisipasi dengan mendukung nantinya. Bentuknya dengan menerjunkan kader terbaik untuk melakukan pemenangan terhadap figur yang didukung partai,” katanya.

Dirinya juga menuturkan walau saat ini belum ada figur yang dilirik oleh Perindo, namun Sanusi beranggapan semua kandidat saat ini merupakan kader-kader terbaik Sulawesi selatan. “Semua kandidat yang saat ini bermunculan merupakan kader-kader terbaik putra terbaik Sulsel, namun saat ini kita belum fokus ke situ, karena saat ini kita bekerja untuk verifikasi Parpol, karena tidak ada gunanya kalau kita mendukung hanya sebatas dukungan namun tidak riil,” ujarnya.

Sanusi juga menuturkan jika DPP mengintruksikan mewajibkan seluruh kadernya untuk memberikan dukungan kepada calon tertentu, maka pihaknya siap menjalankan. “Ada waktunya, kita saat ini fokus pelaksanaan verifikasi dan pembenahan partai hingga TPS,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Bahkan kedepannya, jika DPP Perindo telah menerbitkan surat edaran untuk mendukung salah satu calon itu merupakan harga mati untuk seluruh kader. “Pastinya kita akan mendukung setelah ada surat dukungan keluar dari DPP, dan seluruh kader wajib memenangkan,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua DPD II Partai Berkarya Kota Makassar Yusuf Gunco. Ia mengatakan pada saat pemilihan Gubernur Sulsel maupun Walikota Makassar 2018 mendatang pastinya akan mendukung salah satu calon. “Pastinya nanti ada satu kandidat yang kami dukung dan fokus untuk bisa memenangkan mereka,” katanya.

Yugo sapaan Yusuf Gunco mejelaskan jika partai Berkarya, mengingikan partainya sejalan dengan pemerintah daerah. “Ini untuk kebesaran partai kedepan, karena partai ini harus bersinergi dengan pemerintah kedepan,” ujarnya.

Namun terkait figur yang nantinya didukung, Partai Berkaya masih melakukan pemetaan terhadap figur yang memiliki potensi menang besar saat Pilgub maupun Pilwalkot Makassar. “Kita akan melihat yang potensi menangnya besar, pasti partai Berkarya kesana,” ungkapnya. (E)


Tag
  • Pilgub 2018
  •  
    div>