RABU , 17 OKTOBER 2018

Parpol Bongkar Pasang Bacaleg

Reporter:

Fahrullah - Arini - Suryadi

Editor:

Lukman

Kamis , 02 Agustus 2018 17:18
Parpol Bongkar Pasang Bacaleg

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan kabupaten/kota mulai meneliti keabsahan berkas Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Pemeriksaan keabsahan berkas perbaikan itu akan dilakukan hingga 7 Agustus nanti.

Kasubag Teknis KPU Sulsel, Muh Asri mengatakan, partai politik (Parpol) sudah diberikan waktu untuk melakukan perbaikan berkas Bacaleg hingga 31 Juli lalu. Setelah batas waktu perbaikan, hampir seluruh partai politik melakukan pergantian bacaleg, dengan alasan kader yang didorong tidak memenuhi syarat.

“Pada tahap awal, total 884 berkas Bacaleg yang Belum Memenuhi Syarat (BMS), sehingga banyak parpool yamg melakukan pergantian bacaleg,” ujarnya.

Menurutnya, pergantian dikarenakan berbagai faktor. Yakni caleg bersangkutan tak melengkapi dokumen, sebagian mendaftar di dua partai. Ada juga punya kasus yang bertentangan dengan aturan PKPU. “Banyak parpol lakukan pergantian sesaat sebelum penutupan,” jelasnya.

“Saat ini kami di KPU tengah melakukan penelitian berkas Bacaleg itu hingga tanggal 7 Agustus,” tambahnya.

Terkait nama pengganti dan yang diganti, pihaknya belum bisa mengumumkan secara detail karena masih dalam tahap perampungan. “Kalau sudah rampung nama-nama pengganti dan yang diganti bisa di ekspos ke publik,” ungkapnya.

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya mengaku, dari 16 parpol hanya satu atau dua partai tidak melakukan pergantian caleg. “Mungkin belasan parpol melakukan pergantian caleg di DCS,” ujarnya.

Ia mengaku jika bacaleg yang diganti mencapai 37 orang. PSI paling banyak 15 orang, disusul Partai NasDem 7 orang, Hanura serta PBB masing-masing 3 orang. “Kemudian, Golkar 1 orang, Garuda 2 orang, PKB 1 orang, PDIP 1, PKS 2 orang, PAN 1 orang, PPP 2 orang dan Gerindra 2. Adapun Perindo, PKPI dan Demokrat tidak melakukan pergantian caleg,” jelasnya.

Komisioner KPU Sidrap, Alimuddin Baharuddin, mengatakan, jika rata-rata partai melakukan pergantian bacaleg, satu, dua, hingga tiga orang.

Menurut Alimuddin, ada juga partai yang tidak melakukan pergantian bacaleg, setelah dinyatakan berkasnya sudah memenuhi syarat. “Ada juga yang tidak melakukan pergantian seperti PPP dan Perindo,” lanjutnya.

Sementara untuk partai baru, kata Alimuddin, masih ada yang belum bisa mencukupkan kuota bacaleg. Seperti di Kabupaten Sidrap yang memiliki empat Daerah Pemilihan (Dapil), PKPI hanya mendorong bacalegnya di satu Dapil, Garuda dua Dapil, dan Berkarya tiga Dapil. “Yang lain mencukupkan empat dapil, tapi ada yang tidak full,” ungkapnya.

Akan tetapi, Alimuddin tidak mengetahui persis partai-partai apa saja yang bacalegnya tidak full. Kecuali kader PDIP yang sudah dinyatakan lebih awal Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena telah terlibat kasus korupsi.

“Kami minta penggantinya, tapi partainya (PDIP) tidak memasukan dengan alasan tidak ada lagi yang memenuhi syarat. Jadi, tidak ada yang menggantikan. Tapi ini tidak masalah, karena bukan perempuan,” imbuhnya.

Partai Demokrat Sulsel, siap bertarung di Pileg 2019 mendatang setelah berkas perbaikan calon anggota legislatifnya dianggap sah oleh KPU.

“Alhamdulillah Caleg DPRD provinsi dari Partai Demokrat siap bertarung dan bekerja keras untuk menang pada Pileg 2019,” ujar Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah.

Pasalnya, hasil penelitian kelengkapan dan keabsahan dokumen bakal calon anggota DPRD Provinsi dari Partai Demokrat dinyatakan diterima dan sah pada 11 Dapil di Sulsel oleh KPUD Sulsel. “Seluruh dokumen syarat bakal calon dinyatakan telah memenuhi syarat oleh KPUD Provinsi Sulsel dan surat penetapannya sudah kami terima,” katanya.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengatakan, seluruh berkas perbaikan 85 Bacaleg untuk DPRD Sulsel dari Partai NasDem telah dirampungkan.

“Alhamdulillah tim telah menyerahkan seluruh berkas perbaikan di kantor KPU. Berkas 85 orang Bacaleg DPRD Provinsi Sulsel dari 11 Dapil telah lengkap. “Insya Allah menuju 3 besar,” ungkap legislator kelahiran Sidrap ini.

Syahar–sapaan akrab Syaharuddin Alrif mengatakan, bahwa NasDem dalam Pemilu 2019 menargetkan menang besar. Hal ini di buktikan dengan komposisi Bacaleg yang diisi oleh figur potensial dan memiliki keseriusan bertarung di Pileg 2019 nanti.

“Pemilu 2019 ini kami optimis NasDem akan meraih menang besar, intinya NasDem partaiku Jokowi presidenku,” tutup Syahar.

Komite Pengawas Legislasi (Kopel) Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup prihatin dengan kesiapan Partai Politik (Parpol) dan kualitas yang dimiliki Caleg pada pileg 2019 kali ini.

Hal tersebut berdasarkan data yang dimiliki KPU Sulsel yang akan mencoret sebanyak 884 Bacaleg dari 16 parpol, yang berasal dari 1.235 Caleg yang mendaftar. Itu berarti lebih dari 1/2 atau 72% Bacaleg yang administrasinya belum dan atau tidak memenuhi syarat (BMS/TMS).

Divisi Riset Kopel, Muh Akil menuturkan bahwa penyebab ini berawal dari mekanisme rekruitmen Parpol yang Calegnya asal rekrut. Ada orang juga yang tidak pernah berkiprah di Parpol tiba-tiba jadi Caleg.

Selain itu, ada juga kader partai yang dapat diandalkan tapi tidak diajukan oleh partainya hanya karena sentimen elit partai dan banyak penyebab lainnya.

“Belum lagi Caleg yang kutu loncat dari partai satu ke partai lainnya. Partai tak lebih dari bis kota, siapa saja bisa tumpangi yang penting ada ongkos sesuai trayek yang ada. Di sini tak lagi berlaku idiologi Partai. Dapat dibayangkan, ke depan anggota DPRD yang akan duduk hasil melalui hasil pemilu 2019 kualitasnya seperti apa,” tuturnya.

Selain itu, parpol juga dianggap tidak mempersiapkan kader-kader yang mumpuni untuk duduk di kursi yang terhormat sebagai wakil rakyat. Proses perkaderan di parpol untuk mempersiapkan diri memperjuangkan aspirasi masyarakat jadi memprihatinkan.

Mengingat kondisi ini, pasca penetapan Daftar Calon Sementara (DCS), Kopel akan melakukan tracking Caleg untuk dapat diketahui publik soal trac rekor Caleg yg disodorkan partai politik.

“Setidaknya publik dapat mengetahui gambaran siapa yg akan menjadi wakil mereka di DPRD,” pungkasnya. (*)


div>