SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Parpol Koalisi Pilpres di Sulsel Mulai Bergerak Massif

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

MA

Rabu , 29 Agustus 2018 15:19
Parpol Koalisi Pilpres di Sulsel Mulai Bergerak Massif

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang sudah mulai terasa di Sulawesi Selatan.
Sebagai petahana, Joko Widodo dengan bangga menggandeng kiai besar Nahdatul Ulama (NU) Ma’ruf Amin, sebagai wakilnya. Sedangkan rivalnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sebagai pasangannya.
Meski penetapan Capres dan Cawapres baru akan ditetapkan September mendatang oleh KPU, namun Parpol koalisi pendukung kedua pasangan sudah mulai bergerak dan menyusun strategi untuk memenangkan jagoannya masing-masing.
Seperti yang dilakukan sembilan Parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel. Mereka berkumpul di Hotel Swiss Bell-In Makassar, dalam rangka membahas strategi pemenangan usungannya di Pilpres mendatang, Senin (27/8) lalu.
Terkait hal tersebut, Sekretaris NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrief mengaku, jika pertemuan dengan para Sekretaris parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut, hanya diskusi mempersiapkan strategi kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel.
“Hanya diskusi dan pertemuan awal. Nanti akan ada pertemuan besar dengan Ketua Parpol di Sulsel pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujarnya, Selasa (28/8).
Dikatakannya jika sembilan Parpol koalisi ini juga telah melakukan pembagian kerja dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel. Selain itu, pihaknya juga akan membentuk tim untuk memasifkan gerakan demi meraih kemenangan. “Setelah pertemuan besar nanti, selanjutnya akan ada tim kita bentuk, oleh partai koalisi,” tambahnya.
Sekretaris PDI-P Sulsel, Rudy Pieter Goni mengatakan, terkait siapa yang akan menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel, baru akan terjawab pada 3 September nanti.
“Kalau untuk ketua tim, nanti akan dibicarakan dalam pertemuan antar delegasi yang lebih besar. Rencana pertemuannya kita agendakan diatas tanggal 3 September,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih akan menggelar pertemuan dalam waktu dekat ini, untuk membahas lebih detail rencana pertemuan besar parpol koalisi serta soal komposisi tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel. Hasil pertemuan itulah nanti yang akan diserahkan ke pusat dan selanjutnya diserahkan ke calon.
“Dengan menyiapkan sedini mungkin, maka kami yakin nantinya jika tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini, bisa meraih kemenangan di Sulsel,” pungkasnya.
Tak ingin ketinggalan, koalisi pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusung oleh lima partai politik yakni Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, dan Berkarya, juga mulai menyusun strategi pemenangan di Sulsel, dengan merencanakan membentuk tim pemenangan dari non partai politik.
Hal ini diungkapkan oleh ketua DPD, Gerindra Sulsel, Andi Idris Manggabarani (IMB) setelah melakukan pertemuan dengan seluruh petinggi partai di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Selasa (28/8).
“Dalam pertemuan kita baru membahas dan membicarakan apa ide-ide selanjutnya dalam rangka mematangkan dan menentukan agenda pemenangan kedepan,” kata IMB.
Dirinya mengakui jika wacana pembentukan tim pemenangan dari non kader partai, karena saat ini begitu banyak masyarakat Sulsel yang menginginkan pada 2019 mendatang ganti presiden. Sehingga orang-orang yang memiliki pengaruh di Sulsel dan tidak masuk dalam partai bisa dijadikan tim pemenangan.
“Karena banyak masyarakat Sulsel yang menginginkan pada 2019 mendatang ganti presiden, maka kami mencoba membicarakan kemungkinan ketua pemenangan diluar partai politik,” ujarnya.
“Sebelum ada juknis dari DPP, kita membuka ruang, soal siapa yang menjadi tim (dari non partai), jangan sampai DPP mempertanyakan,” lanjutnya.
Dengan demikian, IMB menegaskan telah meminta pada seluruh partai pendukung Prabowo-Sandi, agar bisa memasukkan nama-nama yang bisa dijadikan sebagai tim pemenangan dari non partai politik.
“Kita menginventarisasi semua nama-nama yang direkomendasikan oleh partai koalisi, untuk menjadi ketua tim termasuk tim pemenangan di Sulsel,” tuturnya.
Saat ditanyakan siapa orang dari non partai yang paling berpeluang untuk dijadikan sebagai tim pemenangan, IMB hanya menyebutkan dua orang yakni Idrus Paturusi dan Tanribali Lamo.
“Selain Idrus Paturusi dan Tanribali Lamo, masih ada beberapa nama tapi masih berstatus ASN,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah, yang mengatakan, koalisi partai dengan tim non partai memang harus dibedakan.
“Saya kira tidak pas kalau dicampur-campur, supaya koordinasinya lebih jelas. Kan yang diluar partai bisa dikatakan relawan,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menyebutkan, jika partai politik memiliki kasta dan distribusi jelas. “Kalau ada kelompok, yang aspirasinya sama dengan kita. Maka pengelompokannya dalam bekerja memenangkan usungan tentu berbeda dan tidak boleh digabung-gabung,” jelasnya.(**)


div>