SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Parpol Kompak Tunggu Hasil Survei

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 25 April 2016 11:44
Parpol Kompak Tunggu Hasil Survei

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Hiruk pikuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tergolong  masih lama, sekitar dua tahun lagi. Alasan itu tampaknya membuat beberapa figur masih malu-malu untuk menyatakan siap maju dan bertarung sebagai orang nomor satu di Kota Anging Mammiri.

Meski demikian, telah ada beberapa nama yang santer dikabarkan untuk maju Pilwalkot 2018 mendatang. Mereka antara lain ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Makassar Andi Rahmatika Dewi, Kepala Pendidikan dan Latihan Sulsel Irman Yasin Limpo, ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta, anggota DPRD Sulsel Rudy P. Goni, juga tentu duo incumbent Walikota Makassar Dhani Pomanto dan juga Wakil Wali Kota Makassar Syamsul Rizal.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel, Syamsul Rizal mengatakan belum ada rencana mengenai Pilwalkot 2018 mendatang. Ia mengaku, tahun depan baru akan menentukan sikap apakah akan maju atau tidak.

“Belum pi ada persiapan sama sekali, saya akan lihat bagaimana respon masyarakat dulu, baru kemudian akan mengambil dipikirkan. Untuk saat ini saya masih fokus pada pekerjanku sebagai wakil wali kota Makassar,” jelasnya.

Terkait dengan kendaraan politiknya pada Pilwalkot mendatang, Deng Ical–sapaan akrab Syamsul Rizal mengatakan, ketika hasil survei dan animo masyarakat bagus maka meski bukan Demokrat yang mengusungnya akan tetap dipertimbangkan. Menurutnya, Demokrat juga akan mengacu pada dua hal tersebut.

“Jika hasil surveinya bagus dan animo masyarakat juga bagus tentu ini akan tetap saya pertimbangkan meski bukan Demokrat yang mengusung saya. Tapi, saya kira partai Demokrat itu adalah partai yang profesional yang tentu mengacu dua hal tersebut,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sendiri memastikan akan maju bertarung pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Namun dirinya tetap menunggu hasil survei untuk mengetahui seberapa besar tingkat popularitasnya dan siapa yang akan mendampingi dirinya.

“Iye, tapi untuk saat ini menunggu hasil lembaga survei, saya juga akan mencari siapa pendamping melalui survei,” terangnya saat dikonfirmasi, Minggu (24/4).

Menurutnya, niatnya memang untuk bertarung periode berikut, namun saat ini masih fokus mengurusi pembenahan di kota Makassar. “Ke depan kalau tidak ada halangan pasti maju, namun untuk saat ini saya fokus membenahi Makassar dan mengurus kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Meski demikian Danny juga enggan berkomentar soal maju di Pilwalkot Makassar lewat jalur independen atau usungan partai politik. “Nanti dilihat, karena saya fokus bekerja untuk rakyat. Kalau soal usungan partai nantilah dilihat,” ungkapnya.

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy P Goni mengatakan, partainya memasang target untuk mengusung minimal 50 persen dari seluruh moment Pemilihan kepala daerah di Sulsel termasuk Pilwalkot 2018 mendatang.

“Berdasarkan hasil Rakorda partai lalu, DPP meminta untuk memasang target mengusung kader minimal 50 persen dari Pilkada di Sulsel, termasuk saya di Pilwalkot,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Menurut Anggota Komisi D DPRD Sulsel ini, sangat mengapresiasi wacana tersebut. Ia menilai, dorongan dan dukungan elit partai besutan Megawati Soekarno Putri ini menjadi sebuah warning untuk melakukan persiapan sedini mungkin.

“Tentu saya sangat mengapresiasi hal itu, dan saya kira ini adalah bentuk warning partai terhadap saya dan teman-teman lain sebagai petugas partai untuk melakukan persiapan secepat mungkin,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku belum melakukan persiapan yang spesifik karena Pilwalkot masih cukup lama. Menurutnya, ia masih fokus pada tugasnya sebagai anggota DPRD Sulsel dan Sekretaris DPD PDIP Sulsel.

“Terus terang saya belum melakukan persiapan khusus, saya kira berada pada posisi saya sebagai anggota DPRD Sulsel dan Sekretaris partai tentu ini adalah sebuah pertentangan batin. Sehingga saya hanya membiarkan ini mengalir apa adanya saja dan memberi ruang kepada masyarakat untuk menilai prestasi kerja dan kinerja saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Kota Makassar, Andi Rahmatika Dewi mengatakan bersyukur jika masuk dalam bursa calon walikota Makassar tahun 2018 mendatang. Namun, ia mengatakan Pilwalkot Makassar ini masih lama sehingga masih belum memikirkan hal tersebut.

“Alhamdulilah kalau saya masuk dalam bursa calon wali kota makassar 2018 mendatang, tapi perlu diingat Pilwalkot itu kan masih lama dan saya juga masih fokus pada pekerjaan saya,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Ia mengaku, masih sepenuhnya memberikan keleluasaan kepada Walikota dan Wakil walikota saat ini untuk bekerja secara maksimal. “Jangan mi dulu ganggu Pak Wali dan Pak Wawali, biarkan mi dulu mereka bekerja secara maksimal untuk masyarakat Makassar,” ucapnya.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Arfandi Idris mengatakan partainya belum menetukan kader yang akan didorong untuk maju di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Hal itu dikarenakan range waktu Pilwalkot masih sangat jauh.

“Selama ini belum ada pembicaraan terkait kader yang akan didorong pada Pilwalkot, karena kan Pilwalkot masih lama juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, alasan lain belum adanya kader yang dipersiapkan pada Pilwalkot mendatang karena belum selesai konflik internal Golkar. Menurutnya, ia masih menunggu hasil Munaslub Golkar Mei mendatang baru akan memikirkan Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Kita juga kan sementara masih fokus pada Munaslub, belum memikirkan Pilkada. Nanti setelah ada hasil baru akan kita bicarakan secara intensif,” ucapnya.

Menurut politisi asal kabupaten Bantaeng ini, dalam mengusung calon kepala daerah, partainya akan mengusung sesuai dengan standar mekanisme pada partai. “Golkar itu beda dengan partai lain, jika partai yang lain sudah menunjuk bakal calon yang akan diusung pada Pilkada 2018 mendatang, kita belum. Sebab kita punya prosedur dalam menetukan calon yang akan diusung,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Lain halnya dengan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Sulsel, Irman Yasin Limpo yang masih bungkam. Menurutnya, ia masih belum memikirkan Pilwalkot. “Belum pi, kan masih lama juga. Nantilah kita akan bicarakan itu,” kata Irman,.

Seperti diketahui, pada tahun 2013 lalu, sebanyak sepuluh pasang calon meramaikan bursa Pilwalkot Makassar. Irman sendiri kala itu maju berpasangan dengan Busrah Abdullah yang ketika itu didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPW Partai Nasdem Sulsel, Tobo Haeruddin, mengatakan sampai saat ini rapat hasil rapat konsolidasi hanya membahas persiapan di Takalar saja. Kalau yang lainnya sampai saat ini belum di persiapkan. “Kalau di Makassar, apalagi Pilwalkot belum dibahas, kita belum bisa menelaah yang mana cocok untuk maju,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam Pilwalkot mendatang, tidak ada istilah kader yang berpeluang mau pun tidak berpeluang sebelum adanya survei. Karena di Nasdem sendiri harus mentaati aturan seperti harus melewati beberapa mekanisme salah satunya melalui survei.

“Oleh karena itu, kita mau mendorong kader yang sangat di minati oleh rakyat, untuk itu harus survei dulu. Saat ini kita belum lakukan itu karena belum waktunya,” ujarnya.

Tobo menambahkan, semua kader Partai NasDem mempunyai hak peluangnya untuk maju. “Peluangnya semua sama, kemabali lagi itu di tentukan oleh masyarakat, karena Makassar harus di pimpin oleh dari suara rakyat itu sendiri,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait hal tersebut, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali menuturkan jika wali kota sebelumnya yang berasal dari partai Demokrat bisa memimpin Makassar dua priode, maka Danny Pomanto juga harus bisa memberikan hasil yang sama dengan hal yang sebelumnya.

Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Makassar ini menghimbau kepada kader-kader Demokrat dalam pemerintahan Danny Pomanto tidak ada yang bisa menganggunya. “Kita harap kepada semua kader tidak ada yang bisa menggangu pemerintahan pak Danny, kita harap semua kader masih tetap mendukungnya untuk priode kedepanya,” kata dia.

Lanjut, Ara-sapaan akrab Adi Rasyid Ali, program wali kota Makassar yang tengah berjalan saat ini harus terus didukung oleh seluruh komponen masyarakat terutama parpol. Karena program tersebut bersentuhan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Program yang tengah dijalankan oleh Pak Danny Pomanto selaku Wali Kota Makassar harus dikawal dan harus berlanjut dua kali tambah baik, karena masyarakat telah merasakan program tersebut,” jelas Ara.

[NEXT-RASUL]

Popularitas Danny Masih Tinggi

Sementara, Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya mengatakan, sikap Deng Ical yang masih enggan berbicara terkait Pilwalkot 2018 mendatang adalah sebuah hal yang patut ditiru yang masih fokus pada tugas kenegaraannya.

Menurutnya, terlalu dini bagi kepala daerah ataupun wakil kepala daerah yang sudah menyiapkan diri pada Pilwalkot mendatang.

“Saya kira sikap Deng Ical yang masing belum terbuka untuk membicarakan Pilwalkot adalah hal patut untuk ditiru sebab masih fokus pada tugasnya sebagai wakil walikota, kurang bicaranya Deng Ical tentang Pilwalkot bukan berarti itu sebuah keputusan yang mengindikasikan akan maju atau tidak berpasangan kembali dengan Danny Pomanto,” jelasnya.

Irfan menambahkan, tidak ada masalah jika Danny Pomanto dan Deng Ical masih akan berpasangan pada Pilwalkot 2018 mendatang. Tapi, kata Irfan, yang menjadi masalah adalah ketika dalam menjalankan roda pemerintahan keduanya sudah berpisah.

“Tidak lah menjadi sebuah masalah yang krusial ketika Deng Ical atau Pak Danny nantinya tidak berpasangan pada Pilwalkot mendatang, masalah akan muncul ketika dalam menjalankan tugasnya sebagai tandem kepala daerah di lingkup Pemerintah Kota berpisah, kan nantinya rakyat Makassar yang akan jadi korban,” terangnya.

Pakar Politik Univeristas Hasanuddin (Unhas) Aswar Hasan, menuturkan, elektabilitas Danny Pamanto untuk saat ini memang masih tinggi, apalagi dengan menyatakan niatnya untuk maju pada Pilwalkot mendatang.

[NEXT-RASUL]

“Kalau berbicara soal elektabilitas, tentu untuk sekarang ini tentu Danny tinggi karena belum muncul penantangnya. Jadi eletabilitas presentasinya naik ketika tidak di perhadapkan oleh sejumlah penantang dan memang penantang wali kota yang sudah satu tahun lebih relatif itu belum,” ujarnya.

Aswar menambahkan, banyak figur dari partai politik lain untuk bisa maju pada Pilwalkot mendatang. Namun, menurutnya, belum bisa menentukan siapa figur tersebut yang layak untuk melawan dan bisa mengalahkan elektabilitas dari Danny Pomanto.

“Saya belum bisa menyebutkannya siapa yang bisa melawan Danny karena figur masih belum bermunculan. Kita tunggu saja. Karena bisanya maju figur-figur tersebut karena Parpolnya harus melalui survei siapa kader mereka untuk maju,” kata dia.

Terkait dengan keinginan Danny untuk maju lagi pada Pilwalkot, membuat dirinya blunder dengan menuturkan hal seperti itu. Karena sampai saat ini kinerja Danny Pomanto belum maksimal menyentuh ke masyarakat.

“Jadi saya pikir, tidak elok Danny bicara begitu sementara apa yang dia lakukan belum maksimal untuk masyarakat. Terlalu pagi Pak Danny untuk dia berbicata untuk masih maunya maji di Pilwalkot 2018 mendatang, karena bekerja saja dulu untuk membangun kota,” jelasnya.


div>