KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Parpol Obok-obok Organisasi Kepemudaan

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

rakyat-admin

Senin , 19 Desember 2016 10:08
Parpol Obok-obok Organisasi Kepemudaan

Bendera partai politik. (Int)

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Musda Hipmi dan KNPI digelar hampir bersamaan di Sulsel. Aroma politik menyengat di dua ajang suksesi ormas kepemudaan itu.

KNPI Sulsel yang telah lebih dulu menggelar Musda menetapkan dua ketua baru dari dua kubu. Yasir Mahmud versi Fahd El Fouz A Rafiq dan Imran Eka Saputra versi Muhammad Rifai Darus.

Pecahnya KNPI khususnya di Sulsel ditengarai sarat akan kepentingan politik. Bahkan rivalitas dua politisi Golkar Nurdin Halid dan Syahrul Yasin Limpo disebut-sebut penyebab terjadinya dualisme organisasi kepemudaan tersebut di Sulsel.

Sementara di Hipmi Sulsel sejauh ini memang masih solid. Bahkan tiga calon ketua masing-masing Andi Troy Martino (ATM), Herman Heizer (HH) dan Andi Nurhaldin Halid (ANH) belum berafiliasi ke salah satu parpol. Namun ketiganya memiliki diketahui memiliki kedekatan psikologis dengan elite parpol yang diduga kuat menjadi supporting suksesor di balik layar.

Ada figur Rusdi Masse (RMS) dibalik Troy. ANH jelas tak bisa dipisahkan dengan Nurdin Halid. Adapun HH cenderung lebih terbuka dengan beberapa parpol. Dan bukan tidak mungkin Musda Hipmi Sulsel kali ini kembali menjadi panggung rivalitas SYL vs NH.

Tak hanya itu, ada beberapa wacana yang mengembangkan sebelum pelaksanaan Musda Hipmi Sulsel. Salah satu diantaranya adalah adanya penyusupan kepentingan politik. Pasalnya, pada tahun 2018 mendatang akan perhelatan akbar politik di Sulsel yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub).

[NEXT-RASUL]

Terkait hal itu, mantan Ketua BPD Hipmi Sulsel, Dino Jabir Muntu mengatakan intrik politik yang terjadi pada Musda Hipmi Sulsel adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, kata dia, hal tersebut tidak perlu diragukan secara berlebihan baik secara internal maupun eksternal.

“Saya kira soal intrik politik dalam Musda Hipmi adalah hal yang biasa saja. Janganlah terlalu dibesarkan. Karena kan itu adalah hal yang wajar ketika melakukan lobi politik kepada pemilik suara secara internal maupun eksternal,” kata Dino, Minggu (18/12).

Meski demikian, Dino mengingatkan agar politik tersebut tidak digunakan dalam artian yang tidak baik. Menurutnya, politik apapun yang dimainkan mestinya tetap mengedepankan kepentingan organisasi Hipmi secara utuh diluar dari kepentingan politik yang lain.

“Catatan saya, politik itu kan biasa saja terjadi. Namun, mesti juga melihat dan mengedepankan kepentingan general secara organisasi dalam Hipmi dibandingkan dengan kepentingan politik yang lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ketua BPD Hipmi Sulsel periode 2007/2010 itu berharap, agar siapapun yang terpilih pada Musda kali ini agar merangkul seluruh potensi pengusaha yang ada di Sulsel. Selain itu, ia juga berharap agar ketua terpilih memperhatikan dan tetap menjalin koordinasi yang baik dengan senior Hipmi Sulsel.

“Harapan saya kepada mereka yang terpilih nantinya agar dapat merangkul semua kandidat, merangkul semua stakeholder Hipmi. Dan paling penting juga adalah mampu membangun komunikasi yang baik kepada senior karena kan Hipmi itu tidak boleh melupakan senior sebab rasa memiliki senior itu tinggi terhadap organisasi Hipmi, makanya mesti dirangkul,” ulasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, salah senior dan pengurus Hipmi yang masih aktif, Andi Iwan Aras (AIA) mengatakan, Hipmi adalah organisasi yang tidak berafiliasi pada partai manapun. Menurutnya, Hipmi adalah organisasi profesi dan organisasi pengusaha.

“Jadi begini, Hipmi itu tidak ada urusan dengan partai politik manapun karena kan ini adalah organisasi profesi sebagai tempat berkumpulnya para pengusaha muda di Sulsel untuk berkarya dan bekerja secara bersama-sama,” kata AIA.

Selain itu, Anggota DPR RI itu juga menegaskan bahwa Hipmi bukanlah mesin partai politik dan juga tidak memiliki warna. Menurutnya, jika ada kader dan anggota Hipmi yang masuk dalam partai politik itu wajar secara personal.

“Tidak ada warna dalam organisasi Hipmi Sulsel. Kalau pengusahanya yang berpolitik maka itu secara personal bukan Hipmi yang secara organisasi yang berpolitik,” ucapnya.

Pengusaha asal Wajo itu pun berharap agar para kandidat yang akan bertarung mesti bersifat secara ksatria dimana pada ujung dan diakhir pertarungan semua mesti bersatu kembali. Pasalnya, kata dia, Hipmi akan besar dengan adanya penyatuan seluruh potensi yang ada dengan mengedepankan silaturahmi.

“Membangun Hipmi menjadi lebih besar itu perlu melibatkan seluruh stakeholder yang ada, baik dari pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam rangka berkontribusi secara positif terhadap perbaikan ekonomi yang lebih baik di daerah baik di provinsi maupun di kabupaten/kota,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Bukan hanya itu, AIA juga berharap agar Hipmi Sulsel mampu menjadi ujung tombak dalam melahirkan pengusaha baru yang tangguh di Sulsel yang mampu bersaing secara lokal, nasional dan global.

Menurutnya, regenerasi dalam oraganisasi Hipmi sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Tantangan pengusaha kedepan ini sangatlah berat, terutama dalam menghadapi MEA. Olehnya itu perlu ada regenerasi pengusaha baru yang tangguh dan mampu bersaing untuk go internasional. Dan saya pikir MEA itu adalah potensi untuk dijadikan sebagai pasar untuk membuka usaha secara global,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, berharap Musda Hipmi kali ini melahirkan pemimpin yang lebih berkompeten. Sehingga kata dia, nantinya Hipmi bisa berkontribusi dan mengambil peran dalam kemajuan ekonomi di Sulsel dan juga Kota Makassar.

Sementara itu, Ketua Umum Hipmi Sulsel Periode 2013-2016, Amirullah Abbas mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Hipmi untuk membangun pengusaha-pengusaha muda di daerah.

“Sudah saatnya pembangunan dimulai dari daerah. Karena peluang itu sudah terlihat dan kita harus jadi pelaku usaha dari daerah kita sendiri. Teruslah berlari. Karena jika kita berhenti orang akan melewati kita,” kata Amirullah, dalam sambutannya.

Sementara Ketua Hipmi Gowa, Omar Muhammad Sahar mengindikasikan akan mendukung calon nomor urut dua yakni Herman Heizer di Musda Hipmi. Dirinya mengaku mengapresiasi tinggi visi misi dan program yang akan dijalankan Herman.

[NEXT-RASUL]

“Visi misi dan program Caketum HH, dalam upaya kaderisasi wirausaha muda dan membangun sinergitas dengan pemerintah daerah, sejalan dengan program dan visi misi kami di Gowa,” ungkapnya.

Meskipun memberikan apresiasi khusus untuk Herman Heizer, namun Omar belum menegaskan dukungannya secara resmi ke Direktur Celebes Research Center (CRC) ini. “Saya belum mau berbicara soal dukungan pasti, ini masih berdinamika. Tapi yang pasti dari debat semalam, kami menganggap Caketum HH terdepan,” ucap Omar. (E)


div>