SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Parpol Ramai-ramai Berburu Simpati

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Rabu , 03 Oktober 2018 10:45
Parpol Ramai-ramai Berburu Simpati

Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham mengunjungi korban gempa dan tsunami Palu-Donggala, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Hudirohusodo, Makassar, Minggu (30/09) malam.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Berbagai cara dilakukan partai politik (Parpol) untuk mencari simpati rakyat. Apalagi menjelang Pemilu 2019.

Tak sedikit parpol yang menjadikan musibah bencana sebagai momen strategis untuk meraih ambisinya. Dapat dipastikan daerah yang dilanda bencana, akan dimanfaatkan oleh parpol untuk membangun pencitraan melalui penyaluran bantuan kepada korban.

Seperti gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sejumlah parpol ramai-ramai menyalurkan bantuan kepada koban.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulsel telah mengirim bantuan atas intruksi langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

“PDIP Sulsel meminta seluruh kader untuk bergotong royong, memberi bantuan kepada korban gempa, baik di Donggala serta Palu. Ibu Megawati meminta DPD Sulsel untuk mengirim bantuan,” terang Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni.

Anggota DPRD Sulsel ini menyebutkan jika Ketua Umum PDIP mengimbau agar seluruh aktivitas kampanye disetop sementara sebagai bentuk duka cita. Sebaliknya, energi kampanye itu, diminta dialihkan untuk menggalang bantuan untuk dikirimkan ke korban bencana.

“Kegiatan kampanye yang dilakukan sekarang dihentikan dulu. Energi kampanyenya (disalurkan) untuk membantu pemerintah dan komponen masyarakat, membantu saudara kita yang berada di Sulteng,” tuturnya.

Adapun bantuan yang dikirim ke Sulteng, dikhususkan kepada kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak, seperti pembalut. Mengingat, roda perekonomian disana lumpuh total. Termasuk, toko-toko disana tidak ada yang terbuka.

“Megawati juga meminta skala prioritas, ditujukan kepada korban ibu dan anak, seperti pembalut, susu. Kita juga sudah kirim 3 ambulans,” jelasnya.

Pemberian bantuan juga dilakukan DPC Hanura Maros. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Maros, H Rusli Rasyid menyampaikan, jika keberangkatannya untuk membawa bantuan tersebut dikarenakan keprihatinan terhadap korban yang sudah hampir mencapai ribuan orang tewas dan puluhan ribu butuh bantuan berupa logistik.

“Ini berawal dari keprihatinan kami, makanya kami mengumpulkan bantuan berupa pakaian, tenda, makanan dan air minum dan membawanya langsung ke lokasi bencana alam, kami sengaja turut mengawal untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai ke korban,” ujarnya.

Rusli yang juga anggota DPRD Maros tersebut juga mengatakan, jika dirinya dan rombongan akan bergabung langsung dengan tim relawan saat sampai di lokasi. “Kami akan gabung dengan tim relawan setiba di lokasi, kita akan turun langsung untuk membantu mengevakuasi korban,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan DPW NasDem Sulsel yang berinisiatif menggalang bantuan khususnya bagi seluruh kader NasDem yang duduk di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi dan DPR RI.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengatakan, seluruh legislator partainya, bahu membahu mengirimkan bantuan.
“Kami turut berduka atas bencana alam yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah, kami seluruh anggota DPRD se Sulawesi Selatan memberikan bantuan swadaya kami, semoga bisa meringankan beban para korban,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menekankan kepada kadernya untuk selalu peduli kepada sesama, duka Sulawesi Tengah adalah duka Sulawesi Selatan. “NasDem peduli, itu yang sering kami sampaikan kepada seluruh kader, ” ungkapnya.

Menanggapai hal itu, Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad berpendapat rasa peduli sesama masyarakat kepada daerah lain yang terkena bencana adalah sikap manusiawi.
Hanya saja kata dia, politisi ataupun parpol jika memberikan sumbangsi atau bantuan tidak boleh tampak agar tidak terkesan bernuasna politik.

“Karena apapun dilakukan pasti terselip kepentingan masa depan partai. Bagaimanapun memang citra diri dan parpol akan mencari simpati,” ujarnya, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, momentum politik tahun 2019 akan dimanfaatkan oleh caleg maupun parpol untuk mencari simpati. Meskipun daerah yang terkena bencana jauh dari daerah pemilihan caleg. Akan tetapi kebutuhan parpol di daerah tersebut menjadi prioritas.

“Oleh karena itu, kita berharap jika Caleg atau parpol berikan bantuan jangan terlalu mengemas mewah. Tapi sederhana saja, jangan terlalu tampak,” katanya.

Firdaus yang juga Dosen Ilmu Politik itu menambahkan, saat ini parpol bisa menggunakan seribu cara untuk mencari simpatisan demi kemenangan di Pemilu 2019. Ia menilai, hal yang lumrah bagi parpol pamer bantuan.

“Jadi jangan kaget, parpol berikan bantuan setiap ada bencana, akan tetapi terselip kepentingan,” pungkasnya. (*)


div>