RABU , 13 DESEMBER 2017

Parpol “Sandera” SK Usungan

Reporter:

Suryadi-Iskanto-Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 25 November 2017 14:12
Parpol “Sandera” SK Usungan

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pendaftaran jalur independen untuk Pilwalkot dan Pilbup dibuka 25- 29 November. Di waktu yang sempit tersebut kandidat yang tak kebagian partai politik (Parpol) mesti bergegas.

Sejauh ini, sejumlah parpol masih “menyandera” SK Usungan kandidat. Di Pilwalkot Makassar misalnya, Calon Wali Kota Petahana, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto yang diusung PAN, PKS, PPP, Demokrat, PDI-P belum menyerahkan SK Usungan. Meski parpol-parpol itu jauh hari sudah bulat mengusung sang incumbent.

Tanpa kepastian dari Parpol, Danny mesti harus menyiapkan jalur independen sebagai bentuk koalisi rakyat.

Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid membenarkan jika SK Usungan yang dijanjikan untuk diserahkan ke Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti sebelum deklarasi diundur karena SK masih di tangan DPW. “SK resmi untuk Danny-Indira dari DPP ke DPW sudah ada sejak pekan lalu,” ujar Hamzah Hamid.

Terkait lambatnya SK diserahkan, anggota DPRD Kota Makassar itu mengaku tak ada kendala berarti. “Tidak ada kendala, hanya saja karena rekomendasi masih di DPW. Nanti setelah ada di DPD kemudian diatur jadwal untuk diserahkan ke Danny-Indira,” jelasnya.

Ketua DPW PAN Sulsel, Abdul Kahfi mengaku jika SK Usungan untuk duet Danny-Indira (DIAmi) tersebut sudah ada, namun proses penyerahan juga disesuaikan dengan agenda keduanya. “Kita mau serahkan, hanya saja menunggu waktu dari pak wali (Danny),” singkatnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PPP Sulsel, Rizal Syarifuddin menuturkan, penyerahan SK Usungan PPP untuk cakada hampir rampung. Meskipun memang masih ada sejumlah cakada yang belum memenuhi persyaratan dari surat tugas yang telah diberikan oleh PPP.

Rizal menuturkan, rekomendasi sah PPP dengan format B1 KWK yang akan dilampirkan oleh cakada dalam pendaftaran telah ada. Adapun daerah yang telah final yakni, Makassar, Sinjai, Bone, Sidrap, Luwu, Palopo, dan Wajo.

“Di Makassar untuk Danny-Indira, Sinjai untuk Taqyuddin Masse-Mizar Roem. Di Bone Andi Fashar Padjalangi, Sidrap sendiri diberikan kepada Fatmawati Rusdi, Luwu untuk Basmin Mattayang-Syukur Bijak, di Palopo untuk pak Judas,” terang Rizal.

Khusus Pilwalkot Makassar, Rizal mengaku bahwa penyerahan rekomendasi masih menunggu waktu yang tepat. Apalagi, beberapa hari yang lalu, Danny-Indira baru saja menggelar deklarasi paket dengan tagline DIAmi.

“Untuk Pilwalkot Makassar kita sudah berkomunikasi dengan pak wali, memang beliau sudah melakukan deklarasi. Tapi untuk partai politik nanti katanya, akan dirampungkan dulu semuanya baru akan beliau bersikap, apakah independen atau partai politik. Tapi beliau lebih srek dengan partai politik. Nanti akan ada seremonial sendiri partai politik untuk penyerahan rekomendasi ke pak Danny,” jelas Rizal.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI-P Sulsel, Andi Ansyari Mangkona menuturkan, bahwa untuk rekomendasi PDI-P telah rampung di beberapa daerah. Maskipun memang masih ada daerah yang dalam tahap proses.

“Palopo sudah, Wajo sudah, Sinjai sudah, Enrekang sudah, Jeneponto sudah, Bantaeng belum, Luwu sudah, Sidrap belum, Bone sudah,” tuturnya.

Untuk Pilwalkot Makassar sendiri, Andi Ansyari menjelaskan bahwa, untuk rekomendasi PDI-P ke petahana Danny Pomanto masih dalam tahapan di DPP PDI-P. Karena memang untuk mengeluarkan rekomendasi ada mekanisme dalam partai politik masing-masing.

“Makassar masih sementara proses, sama dengan Parepare. Kalau dibilang fix, selama belum turun hitam diatas putih kita tidak bisa pastikan. Tetapi usulan dari DPD sudah, dan usulan dari DPD selama ini tidak ada yang ditolak,” jelasnya.

Sementara Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan, jika penyerahan SK Usungan dilakukan langsung oleh DPC. “Yang menagtur semua itu DPC,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali menegaskan jika keputusan DPP tidak akan berubah lagi. “Rekomendasi kalau sudah ditandatangani oleh SBY, saya kira tidak akan berubah. Kita tinggal tunggu mengambilnya,” ujarnya.

Pihaknya pun akan segera memberikan rekomendasi tersebut kepada Danny setelah pihak DPP memberikan kepadanya. “Kalau sudah ada kita akan berikan secepatnya,” ungkapnya.

Danny Pomanto sendiri mengaku, secara kalkulasi sekitar sembilan parpol akan menjadi kendaraannya di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. “Insya Allah kami maju lewat jalur partai, apalagi sudah ada rekomendasi beberapa partai pengusung,” kata Danny.

Saat ditanya belum diserahkannya SK Usungan dari parpol, Danny mengaku dirinya menunggu hingga semua partai mengeluarkan rekomendasi, sehingga saat penyerahan hanya dilakukan satu kali, termasuk SK dari partai non parlemen.

“Sebenarnya, ada partai mau serahkan rekomendasi. Tapi saya bilang tahan dulu sambil menunggu parpol lain,” ungkap Danny.

Dengan dukungan parpol besar, Danny semakin optimistis memenangkan Pilwali Makassar 2018. Ia menegaskan, parpol besar memiliki perangkat pemenangan sampai di tingkat bawah yang akan bergerak secara massif. “Dukungan partai besar telah kita dapat, dukungan masyarakat juga. Insya Allah optimis menang,” optimis Danny.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, belum adanya kepastian terkait dukungan partai politik di Pilkada mendatang tentu membuat sejumlah kandidat dilematis. Apalagi, partai politik merupakan salah satu syarat untuk dapat berlabu dan menjadi mesin pemenangan di Pilkada mendatang.

Meskipun memang, lanjutnya, konstalasi politik saat ini masih sangat dinamis. Sehingga berbagai kemungkinan perubahan dukungan parpol masih dapat terjadi. “Saat ini masih dinamis penentuan calon, bahkan sampai detik terakhir sebelum pendaftaran di KPU,” jelasnya. (*)


div>