JUMAT , 22 JUNI 2018

Parpol Tancap Gas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 20 Januari 2015 11:52
Parpol Tancap Gas

Grafis : Mauluddin/RakyatSulsel

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Seluruh fraksi di DPR RI menyetujui Perppu Pilkada disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna yang dijadwalkan pada hari ini. Keputusan ini pun membuat parpol harus tancap gas dalam menatap Pilkada Serentak 2015.

Sejauh ini, baru PDIP Sulsel yang menjaring calon kepala daerah di 10 kabupaten di Provinsi Sulsel. Partai lainnya memilih tiarap dengan alasan menunggu nasib perppu meski jadwal pendaftaran bakal calon kepala daerah ke KPU dijadwalkan pada 26 Februari hingga 3 Maret.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung mengatakan, pengesahan perppu yang dijadwalkan Selasa besok, secara otomatis membuat pihaknya akan bergerak secara maksimal di 10 kabupaten yang akan menggelar pilkada. Para kader yang akan diusung mau tak mau harus lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau Perppu sudah resmi jadi Undang-Undang pada Selasa besok (hari ini), maka semua struktur partai termasuk calon akan langsung diinstruksikan untuk bergerak maksimal melakukan sosialisasi,” ucapnya, Senin (19/1).

Bekas bupati Enrekang dua periode ini menjelaskan, sepekan jelang disahkannya perppu, pihaknya memang telah lebih dulu mengisntruksikan seluruh kader potesialnya untuk segera mengambil ancang-ancang menyikapi kemungkinan pilkada langsung. Olehnya, pasca resmi disahkannya perppu pilkada langsung kata dia, maka pergerakan sosialisasi partainya akan lebih intens lagi.

“Pergerakan sosialisasi akan lebih intens lagi jika regulasi sudah pasti. Itu sekaligus persiapan jelang rapat kerja nasional (rakernas) Gerindra pada awal Februari nanti,” pungkasnya.

Meski begitu, kata dia, perppu yang sudah ditetapkan sebagai Rancangan Undang-Undang itu masih perlu mengalami perbaikan. Menurutnya, ada beberapa poin yang perlu direvisi.

“Kita terus pantau perkembangannya. Karena beberapa poin dalam perppu yang akan direvisi bisa menjadi penentu bagi kader Gerindra, apakah menjadi bupati atau wakil,” tandasnya.

Setali tiga uang, Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Buhari Kahar Mudzakkar mengatakan, jika regulasi pilkada langsung telah resmi, maka  partainya juga akan secara maksimal melakukan sosialisasi.

“Kalau regulasi sudah jelas, itu pasti. PAN di Sulsel sudah siap bergerak maksimal untuk memaksimalkan sosialisasi di 10 kabupaten,” katanya saat dikonfirmasi.

Buhari mengungkapkan, ada beberapa kabupaten yang berpotensi dimenangkan kader partainya pada pilkada serentak nanti. Selain Maros yang sudah tidak asing dengan superioritas Hatta Rahman, Kabupaten Pangkep, Bulukumba, Selayar, Luwu Utara dan Luwu Timur juga menjadi target kemenangan partai berlambang matahari terbit ini.

Hanya saja, dia mengaku partainya akan terlebih dahulu mengkaji kepastian perppu serta revisi nantinya. Dalam regulasi itu, kata dia, akan menentukan kepastian kader potensial PAN apakah peluang mereka mampu menjadi bupati ataupun wakil bupati.

“Regulasi yang pertama harus dikaji, karena itu penentu apakah kader PAN berpeluang jadi bupati atau wakil itu juga bisa ditentukan dari regulasi yang ditetapkan,” jelasnya.

Sementara Partai Golkar Sulsel masih belum bisa mengambil sikap menyusul dualisme DPP Partai Golkar yang belum terselesaikan. Menurut Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Maqbul Halim, pihaknya akan menunggu instruksi DPP.

“Kita tunggu instruksi DPP terkait penjaringan dan cara menetapkan bakal calon kepala daerah,” jelas Maqbul Halim.

 

Partai Penguasa

PDIP sebagai partai penguasa akan merampungkan proses pendaftaran bakal calon kepala daerah pada bulan ini. Sekretaris DPW PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni (RPG) mengatakan, pasca disahkannya perppu menjadi UU, kader PDIP tidak akan menjadi penonton di pilkada serentak ini meski dengan tetap mengedepankan hasil survei.

“Jika tidak cukup (kursi), pastinya kita akan berkoalisi dengan partai lain. Tapi saya yakin partai lain akan melirik kader kami yang memiliki elektabilitas dan popularitas tertinggi,” kata RPG.

Berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif 2014, kursi PDIP memang tidak sebanding dengan Golkar dan Gerindra yang mampu mengusai sejumlah kabupaten/kota di Sulsel. Hanya ada lima kabupaten yang patut diperhitungkan. Yakni Kabupaten Toraja Utara (6 kursi), Tana Toraja (3 kursi), Soppeng (4 kursi), Gowa (4 kursi), dan Luwu Timur (3 kursi).

“Kita sebisa mungkin bisa memenangkan lima daerah ini karena di lima daerah itu menjadi lumbung suara PDIP. Para kader nantinya akan kami persiapkan untuk posisi calon bupati dan wakil bupati,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah sebelumnya mengatakan, pengesahan perppu menjadi UU tentunya menjadi rujukan dalam menghadapi pilkada serentak. Demokrat Sulsel sejauh ini sudah melakukan persiapan dalam menjaring calon kepala daerah.

Nimatullah menegaskan, mekanisme penetapan calon kepala daerah yang akan diusung tidak lagi ditangan di DPP. Kewenangan itu sudah berada di DPD atau satu tingkat di atasnya. Meski demikian, lanjut dia, penentuan kandidat tetap harus melewati DPP. Kandidat yang sudah ditetapkan oleh DPD akan dilaporkan ke DPP untuk pemberian rekomendasi.

“DPP hanya memberi petunjuk dan arahan terhadap setiap kandidat. Meski kita yang tetapkan tapi sebagai organisasi tentu kita harus banyak melaporkan ke jajaran yang lebih tinggi,” terangnya.

Berdasarkan hasil Pemilu 2014, Partai Demokrat tidak memenuhi syarat di satu pun daerah pun dalam mengusung sendiri calon kepala daerahnya. Kondisi inilah yang membuat Demokrat harus berkoalisi dengan sejumlah partai, utamannya di daerah-daerah yang memiliki suara signifikan dan tidak jauh dari syarat pemenuhan kursi untuk mengusung calon kepala daerah. Seperti di Kabupaten Selayar (3 kursi), Tana Toraja (3 kursi), Bulukumba (4 kursi), Luwu Timur (3 kursi), Barru (3 kursi), dan Luwu Utara (2 kursi).

“Memang dengan meningkatnya syarat suara dan perolehan kursi dalam pilkada, akan membuat Demokrat bekerja keras untuk menggandeng dan membangun kesepakatan politik dengan sejumlah partai di daerah yang berpilkada,” ujarnya. (*)

 
PENULIS: SYARIAT-SOPHIAN-LUTFI
EDITOR: MULYADI ABDILLAH

Tag
div>