MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Parpol Terbatas, Elit Parpol tak Direkeng

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Selasa , 13 Juni 2017 23:52
Parpol Terbatas, Elit Parpol tak Direkeng

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM— Survei Pilgub mulai bermunculan, bersamaan dengan mulai terbatasnya pilihan tiket parpol sebagai kendaraan politik. Poltracking Indonesia menempatkan popularitas dan elektabilitas elit-elit parpol di posisi rawan.

┬áHingga Juni, lima parpol peraih kursi DPRD Provinsi Sulsel mulai bersikap. Antara lain Golkar merekomendir Nurdin Halid (NH), PKB mendukung Agus Arifin Nu’mang, serta PAN ┬ámendukung Ichsan Yasin Limpo (IYL). Hanura dan NasDem juga memberi sinyal menyatu bersama IYL.

Dengan begitu, IYL dan NH dipastikan aman meraih tiket parpol untuk diusung sebagai cagub Sulsel di Pilkada 2018. Puluhan kandidat cagub lainnya masih harus berjuang ekstra membangun koalisi politik untuk bisa memenuhi syarat pencalonan.

Poltracking melangsir survei terbaru, di tengah perebutan parpol parpol yang belum bersikap. Menariknya, elit-elit parpol papan atas maupun parpok menengah terporter tidak direkeng dalam hasil survei yang dilaksanakan pada 18-24 Mei 2017 tersebut.

Popularitas dan elektabilitas elit-elit dua parpol papan atas, Demokrat dan Gerindra, disebutkan Poltracking, masih sangat rendah. Sebaliknya, figur non parpol semisal Nurdin Abdullah dan Agus Arifin Nu’mang layak diperhitungkan.

Dari 23 kandidat cagub, hasil survei Poltracking Indonesia menempatkan elektabilitas Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah, di posisi buncit, 0,13 persen. Atau kalah dibanding dua kader Demokrat lainnya, masing-masing Aliyah Mustika sekira 0,52 dan Andi Nurpati sekira 0,39.

Elit Gerindra oleh Poltracking, memunculkan nama La Tinro La Tunrung dengan elektabilitas rendah sekira 0,26. Anggota DPR RI asal Gerindra, Andi Nawir, disebutkan masih lebih baik dengan elektabilitas sekira 2,06 persen.

Gerindra dan Demokrat memiliki 11 kursi keanggotaan di DPRD Sulsel. Perolehab suara dua parpol ini sangat signifikan, bahkan memenuhi syarat jika membangun koalisi di Pilgub Sulsel.

[NEXT-RASUL]

Elektabilitas kurang signifikan berdasarkan survei Poltracking, juga berlaku bagi elit parpol menengah masing-masing PKS, PPP, dan PDIP.

“Nama Nurdin Abdullah, Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Halid, dan Agus Arifin Nu’mang merupakan empat kandidat yang selalu unggul dalam berbagai simulasi,” ungkap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda saat rilis survei di Hotel Oria, Menteng, Jakarta Pusat, (13/6)

Survei Poltracking memunculkan beberapa hasil yang patut dipertanyakan. Diantaranya terkait angka tingkat akseptabilitas kandidat yang tidak berjalan lurus dengan tingkat elektabilitas. (*)


div>