KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Partai Baru Berburu Caleg, PSI Junjung Transparansi Rekruitmen

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 02 Maret 2018 13:30
Partai Baru Berburu Caleg, PSI Junjung Transparansi Rekruitmen

Ketua DPW PSI Sulsel, Fadli Noor saat ditemui di Warkop Press Corner, Jalan Pengayoman, Makassar, Rabu (28/2/2018). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan empat parpol baru berlaga pada pemilu 2019 mendatang. Empat parpol tersebut kini tengah berburu calon legislatif (caleg) untuk untuk persiapan pesta demokrasi 2019 mendatang. Empat parpol tersebut adalah Partai Berkarya, Partai Garuda, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tak ingin kalah dengan parpol lama, keempat partai baru ini pun kemudian melakukan sejumlah cara untuk bisa menggaet calon legislatif yang bisa mendongkrat perolehan suara.

Seperti yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai besutan Grace Natalie ini mulai menjaring calon legislatif (caleg) untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Ketua PSI Sulsel, Fadli Noer mengatakan, partainya telah resmi membuka pendaftaran bakal calon legislatif se Sulsel mulai 21 Februari lalu sampai tanggal 31 Maret mendatang.

Dalam melakulan seleksi, kata dia, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh bakal calon legislatif (bacaleg) PSI, yakni mulai dari tahapan seleksi dokumen, hingga uji kompetensi bagi bacaleg.

“PSI Sulsel membuka pendaftaran caleg secara terbuka dari golongan manapun, siapapun dan latar belakang apapun selama memenuhi persyaratan yang ada. Kita lakukan secara transparan dan independen,” tutur Ketua DPW PSI Sulsel, Fadli Noor, saat ditemui di Warkop Press Corner, Jalan Pengayoman, Kamis (28/2).

Menurut Fadli, dalam pendaftaran caleg tersebut, PSI melibatkan tiga orang tokoh sebagai Tim Seleksi (Timsel) independen. Tiga tokoh tersebut berasal dari latar belakang profesi yang berbeda, masing-masing aktivis Anti Korupsi Andi Mangngara, akademisi Prof. Qasim Mathar, dan aktivis perempuan, Erma Husain.

“Mereka bertiga kita anggap mewakili simbol PSI yang anti korupsi dan anti intoleransi,” jelasnya.

Disinggung mengenai agenda selanjutnya setelah pendaftaran, menurut Fadli, akan dilakukan seleksi berkas oleh Timsel. Agenda seleksi dokumen dan berkas bacaleg oleh Timsel tersebut akan berlangsung hingga 1 April 2018.

“Pada pertengahan April, akan dilakukan pengumuman, setelah melewati persentasi dan akan discoring oleh Timsel, itu kemudian akan menentukan nomor urut caleg,” pungkas Fadli.

Ia menegaskan, PSI ingin menghilang image adanya permainan uang dalam penentuan nomor urut bacaleg. Sehingga, dalam perekrutannya dilakukan se trasnparan mungkin untuk menciptakan sistem berdemokrasi yang baik.

“Tidak ada mahar tidak ada jual beli nomor urut semua dilakukan secara transparan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, PSI sendiri menargetkan perolehan kursi secara nasional yakni sebesar 20 persen yang terbagi baik di tingkatan pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. (*)


div>