Jumat, 24 Maret 2017

Partai Baru Dapat Keuntungan Besar Dari Kasus e-KTP

Sabtu , 18 Maret 2017 19:10
Penulis :
Editor   : Dhedy
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dinilai berpotensi menurunkan elektabilitas partai politik (parpol) yang diduga terkait. Di sisi lain, hal itu dapat dimanfaatkan partai-partai baru untuk memeroleh dukungan publik.

“Kalau bicara kasus e-KTP, itukan terjadi sejak 2009. Memang partai-partai seperti Nasdem akan punya ruang gerak lebih besar apabila partai besar terkena isu korupsi,” ujar pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3).

Qodari mengatakan, isu korupsi masih menjadi salah satu penentu yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam pemungutan suara. Kian sering kader partai terindikasi korupsi, maka akan semakin menurun tingkat kepercayaan publik.

Namun, Qodari menilai partai-partai baru juga tidak akan dengan mudah merebut pemilih partai-partai besar. Dengan meningkatnya indikasi korupsi, kepercayaan publik terhadap partai politik secara umum akan menurun.

“Mereka harus tunjukkan dulu bahwa mereka lebih baik dari partai lain yang terindikasi korupsi. Kalau tidak, ya percuma, tidak akan dipilih juga,” ujar Qodari.

Banyak nama yang disebut dalam surat dakwaan kasus korupsi e-KTP. Puluhan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 disebut menerima fee dari uang yang dianggarkan dalam proyek e-KTP.

Selain itu, uang korupsi dalam proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun itu juga disebut mengalir pada sejumlah partai politik, pejabat Kemendagri, dan pihak swasta. (put/JPG)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*