RABU , 14 NOVEMBER 2018

Partai Baru Mulai Unjuk Gigi

Reporter:

Suryadi - Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 21 Juli 2018 16:00
Partai Baru Mulai Unjuk Gigi

Ilustrasi. Dok. RakyatSulsel

* Siap Bersaing Rebut Kursi Parlemen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keseriusan partai politik untuk bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, meski masih berlabel partai seumur jagung sejumlah partai itu mampu mengalahkan partai berlabel lama dalam menggaet Calon Legislatif (Caleg) pada beberapa daerah di Sulsel.

Diantara partai baru tersebut seperti Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu menyisihkan partai yang sudah ikut berpartisipasi dalam konstestasi demokrasi dalam beberapa dekade seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) hingga Partai Hanura.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulsel, Muhammad Fadli Noor tidak menampik partai yang dipimpinnya menjadi ancaman bagi partai lama. Bahkan, kata dia, kehadiran PSI menjadi tantangan bagi internal partai untuk bisa bersaing dengan partai lama.

“Kita itu pertama kita merasa unggul karena pemanfaatnan media sosial dan hal itu terbukti saat membangun partai, rekrutmen kader lebih banyak melalui medsos. Kita tidak beriklan pada media televisi tapi tiba-tiba PSI jadi besar begitukan,” kata Fadli, Jumat (20/7) kemarin.

Kata Fadli, adanya media sosial ini yang semakin marak digunakan, dimanfaatkan dengan baik oleh PSI untuk menjadi “alat perang” berkampanye. Selain itu, kerja PSI berdasarkan data sehingga tidak ada yang hoax.

Untuk memperkuat kerja PSI yang berdasarkan data, pihaknya bekerjasama dengan tim riset untuk mengetahui daerah yang menjadi daerah tantangan dan daerah peluang bagi PSI.

“Penguatan terhadap kandidat yang potensial, jadikan ini kita buat Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), nanti disetiap Daerah Pemilihan (Dapil) semua orang akan melakukan kerja-kerja politik, ada tim yang mengukur mana Caleg yang berpeluang maka kita akan lakukan penguatan,” jelasnya.

Sementara Ketua DPW Partai Perindo Sulsel, Sanusi Ramadan mengatakan walapun partai yang dipimpinnya masih baru tetapi dirinya sangat optimis Partai Perindo mampu bersaing dengan partai yang lama ikut Pemilu.

“Melihat banyaknya tokoh politik dan berbagai latar belakang gabung di Perindo. Kami sangat yakin dan optimis, Perindo bisa bersaing dengan partai yang sudah lama ikut Pemilu,” kata Sanusi.
Menurutnya, dinamika politik yang akan dihadapi Caleg pada Pileg 2019 tidaklah mudah. Makanya, dirinya selaku pimpinan partai seyogyanya melakukan komunikasi dan koordinasi bersama para Caleg yang diusung.

“Meski demokrasi politik pada masa orde baru dan sekarang ini sangat beda. Porsi dan penjaringan antara bakal calon tetap tidak ada pembedaan sama sekali,” katanya.

Sanusi menerangkan, tatanan demokrasi politik yang dulu terkesan diatur. Menurutnya, Perindo hadir bersama dengan perjuangan rakyat dan secara bebas dapat mengeluarkan pendapat, dan kebebasan lainnya.

“Makanya penjaringan Caleg tersebut merupakan mimpi kita bersama untuk menang dan hadir bersama dengan rakyat,” jelasnya.

Meski demikian, Sanusi menganggap segala sesuatu yang terjadi sekarang ini merupakan sebuah proses menuju demokrasi yang mencerdaskan. Ia berharap, partai politik bisa memperluas cakupan segmennya. “Selain peduli terhadap hak masyarakat, misi Perindo juga sejatinya adalah dengan mencerdaskan kehidupan bangsa seutuhnya,” ujarnya.

Sanusi mengaku akan adanya peningkatan kesadaran yang tinggi dalam generasi muda dalam dunia politik. Karena itu, kehadiran anak-anak muda harus dimaksimalkan oleh partai politik untuk menjadikan mereka sebagai kader-kader partai. “Potensi generasi muda juga patutnya kita tekan dan majukan dalam seleksi kali ini,” ucapnya.

Dia menambahkan, proses penjaringan Caleg di Perindo Sulsel sebelum pendaftaran, dilakukan oleh tim seleksi telah berjalan sesuai harapan. Menurutnya, banyak masyarakat dari berbagai kalangan mendaftarkan diri sebagai Bacaleg Perindo di seluruh kawasan Sulsel.

“Latar belakang mereka seperti mantan birokrat, akademisi, pengusaha, aktifis, tokoh agama, tokoh pemuda dan juga dari kalangan komunitas,” pungkasnya.

Ketua DPW PBB Sulsel, Badaruddin Sabang mengetakan pihaknya tidak masalah dengan munculnya partai baru. Ia mengaku kesiapan partainya lebih utama dari pada memikirkan partai baru.

“Bagi kita di PBB tidak masalah, partai baru maupun partai lama kita siapkan bekerja, dan karena kita punya basis maka itu kita siapkan,” kata Badaruddin.

Ia menambahkan, basis PBB yaitu daerah yang memiliki anggota DPRD pada kabupaten/kota seperti Bulukumba, Takalar, Jeneponto, Parepare, Maros dan daerah utara Sulsel. “Selain kota itu, kita siapkan daerah yang tidak memiliki kursi, kalau sudah ada, kita ingin satu kursi bisa dua kursi,” ungkapnya.

Kata Badaruddin, pihaknya saat ini sedang memperkuat struktur partai yang ada pada semua Dapil. Bahkan, kata dia, PBB sudah menyiapkan struktur disetiap desa dan ditambah Bacaleg baik dari internal partai dan eksternal yang mumpuni. “Disini kita bisa prediksi kekuatan kita, selain itu kita punya kader yang berpotensi,” pungkasnya. (*)


div>