SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Partai Garuda Bergerak “Silent”

Reporter:

Iskanto

Editor:

Lukman

Rabu , 01 Agustus 2018 11:03
Partai Garuda Bergerak “Silent”

Ketua DPD Garuda Sulsel Moh Ilham dan Ketua DPC Garuda Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Empat Partai Politik (Parpol) baru yakni Perindo, PSI, Berkarya dan Garuda baru akan diuji pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. Khusus Partai Garuda memiliki cara tersendiri yang sangat jauh berbeda dengan parpol baru lainnya untuk melakukan kerja-kerja politik.

Dimana, Partai Garuda dikenal dengan gerakan senyapnya atau ‘silent’. Hal itu bukan tidak beralasan, partai ini memiliki strategi khusus dengan bergerak secara ‘diam-diam’ yakni dengan mendekati masyarakat secara door to door.

“Kita punya strategi sendiri. Disinilah kita akan memberikan kejutan kedua setelah lolos verifikasi, jadi kita akan bergerak secara silent, kita akan datangi warga di pelosok dengan door to door,” kata Moh Ilham, Selasa (31/7).

Menurutnya, pergerakan Partai Garuda sangat berbeda dengan partai lain. Mesin partai dan seluruh bacalegnya akan bergerak tanpa amunisi dengan bekerja secara militan.

“Semua caleg yang kita pilih memang caleg yang militan. Kita tidak pake duit, karena kita bekerja untuk rakyat, itulah nanti kita liat bagaimana Garuda ini memberikan manfaat ke masyatakat,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, partai besutan dari Ahmad Ridha Sabana juga menampung figur pendatang baru. Selain tak ingin terkontaminasi oleh para tokoh lama di dunia perpolitikan, lanjut Moh Ilham, ia akan menjadikan kader partai Garuda sebagai agen perubahan.

“Kita tidak akan munculkan tokoh-tokoh lama, karena kita akan menjadi agen perubahan. Jadi kita memang diimbau memberikan kejutan kedua karena Partai ini bukan hanya di setting untuk lolos pemilu, tapi untuk memberikan manfaat ke masyarakat,” tuturnya.

Karena hal itulah, Partai Garuda sangat selektif dalam merekrut kader dari lintas partai politik yang sudah lama bergerak di perpolitikan. Sebab, pihaknya fokus dengan figur-figur baru yang tidak berkaitan dengan dinamika politik yang tidak sehat.

“Intinya kita punya cara tersendiri, kita punya strategi sendiri. Karena kita tidak mau terkontaminasi dengan para tokoh lama yang melintang di perpolitikan, tapi kita hargai mereka sebagai senior di dunia politik. Dengan figur baru kita bisa membawa perubahan,” tandas Moh Ilham. (*)


div>