SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Pasangan Belia di Bantaeng, Camat ke Pesta, Syamsuddin – Fitrah Batal Ijab Kabul

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 17 April 2018 10:13
Pasangan Belia di Bantaeng, Camat ke Pesta, Syamsuddin – Fitrah Batal Ijab Kabul

BATAL NIKAH. Pasangan belia, Syamsuddin dan Fitrah, gagal melafadzkan ijab kabul, Senin (16/4) siang. Mereka belum mendapatkan dispensasi dari Camat Bantaeng, Chandra. Foto: Jejeth/RakyatSulsel

Niat Syamsuddin dan Fitrah Ayu melangsungkan pernikahan di usianya yang masih belia, harus tertentu. Tandatangan “Pak Camat” tak berhasil mereka dapatkan.

Sedianya, Syamsuddin dan Fitrah melafadzkan ijab kabul, Senin (16/4) siang. Sayangnya, Camat Bantaeng, Chandra, beralasan buru-buru dan hendak mendatangi pesta, saat keduanya menyambangi kantor camat untuk mendapatkan “restu” sesuai yang dipersyaratkan untuk pernikahan dibawah umur. Diketahui, Syamsuddin masih berusia 15 tahun, sedangkan Fitrah setahun lebih muda, 14 tahun.

Walaupun sebelumnya pasangan yang kebelet menikah ini telah mengikuti Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA), namun semuanya harus kandas ditengah jalan. “Belum bisa menikah hari ini katanya, karena belum ada dispensasi dari Pak Camat Bantaeng,” kata Syamsuddin.

Pasangan kekasih yang dimabuk asmara ini sempat menyambangi KUA Kecamatan Bantaeng di Jalan Delima. Syamsuddin didampingi oleh ibundanya dan Fitrah Ayu didampingi oleh tantenya. Pernikahan baru akan dilakukan, setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng.

Padahal diketahui, proses pencatatan tidak boleh ditolak lagi setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng. Tidak tanggung – tanggung, pihak keluarga Syamsuddin telah menyiapkan “Panai” sebagai tanda keseriusannya untuk meminang sang pujaan hati.

Lalu, berapa “uang panaik” Syamsuddin kepada Fitrah? Sannah, ibunda Syamsuddin, mengatakan, pihaknya menyerahkan uang Rp 10 juta kepada calon menantunya itu. Ada juga beras 200 liter dan tanah lima are.

Keduanya diketahui telah melangsungkan resepsi pernikahan lebih sebulan yang lalu, walau belum menikah secara resmi. Rencananya, usai menikah di KUA, mereka akan tinggal di rumah orangtua Syamsuddin di Ersayya, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa.

Syamsuddin berjanji, akan bekerja keras untuk menghidupi istrinya. Remaja yang berhenti sekolah saat kelas 5 SD ini mengaku tidak ingin lagi melanjutkan sekolah.
“Kalau saya hanya ingin fokus kerja saja,” katanya. (*)


div>