SABTU , 23 JUNI 2018

Pasar Murah di Tiga Kecamatan Terancam Batal

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 02 Juni 2018 12:15
Pasar Murah di Tiga Kecamatan Terancam Batal

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasar murah di tiga kecamatan yang sebelumnya di agendakan bakal berlangsung di bulan ramadan diprediksi gagal terealisasi. Hal tersebut dikarenakan hingga akhir pekan kedua ramadhan, pelaksanaan pasar murah ini masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Ikhsan NS mengatakan kemungkinan tahun ini hanya bisa mengcover satu kegiatan pasar murah di bulan ramadan.
“Agak sulit dila
ksanakan di tiga kecamatan di ramadan ini, paling tidak satu kegiatan (kecamatan),” singkat Ikhsan, Jumat (1/6) kemarin

Sementara, lanjut Ikhsan, untuk dua kegiatan lainnya itu kemungkinan akan dilaksanakan diluar bulan suci ramadan. Hanya saja, dia masih berpatokan pada moment hari raya seperti idul adha, ataupun merujuk saat lonjakan kenaikan harga bahan pokok.

“Jadi, nanti kita lihat yang dua ini (pasar murah di dua kecamatan), apakah menjelang idul adha atau diluar idul adha. Kita juga lihat momen dimana pas kenaikan harga melonjak kita laksanakan,” jelasnya.

Seperti tahun sebelumnya, dari enam kali kegiatan pasar murah, hanya dua kali yang dilakukan selama ramadan. Selebihnya, kata dia, kegiatan tersebut dilaksanakan diluar bulan suci ramadan.
Artinya, kata Ikhsan, pelaksanaan kegiatan pasar murah yang dianggarkan pemerintah tidak mesti harus dilakukan pada moment ramadan. Tapi dilaksanakan selama tahun anggaran 2018.

“Tiga kegiatan ini menggunakan anggaran 2018 Pelaksanaannya tidak mesti di bulan ramadan, tapi alangkah bagusnya kalau dilakukan di bulan ramadan. Cuma karena proses lelang (masih proses), kemungkinan sulit tercover tiga kali di ramadan ini,” tuturnya.

Sekedar diketahui, tahun ini Disdag mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah di tiga kecamatan, yaitu Ujung Tanah, Rappocini, dan Biringkanaya.

Masing-masing kecamatan, nantinya akan mendapatkan 2000 paket sembako yang diperuntukkan untuk masyarakat prasejahtera. Namun, sebelum pelaksanaan pasar murah ini, masyarakat pihak kecamatan diminta untuk memasukkan data besaran jumlah masyarakat prasejahtera di wilayahnya. Hal ini agar, pelaksanaan pasar murah bisa tepat sasaran. (*)


div>