SENIN , 17 DESEMBER 2018

Pasar-pasar Liar Tidak Boleh Dibiarkan

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Minggu , 24 April 2016 14:31

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masih maraknya pasar yang ‘rantasa’ dan bermunculan pasar-pasar dadakan mendapatkan perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Untuk itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya dituntut harus cepat bergerak.

Pasalnya, sebelum menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini, dewan memastikan pasar-pasar baru, pasar dadakan, dan pasar kaget akan semakin banyak lagi bermunculan.

Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Makassar, Sampara Syarif, mengatakan, selama ini PD Pasar telah diperingatkan untuk selalu mengantisipasi atau melakukan pemantauan di Kota Makassar perihal pasar baru yang mulai bermunculan, bahkan dewan siap melakukan sidak.

“Kalau sudah ada pasar baru terus mengganggu masyarakat atau sudah berjualan di jalan protokol itu kami siap sidak, tapi saya pikir pasar baru itu wajar-wajar saja saya kira selama tidak mengganggu,” ungkapnya.

Legislator Fraksi PPP ini, menegaskan sampai saat ini deviden atau Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) mencapai Rp1 trilliun kalau pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah mendata pasar baru itu bisa meningkatkan lagi PAD Kota Makassar sendiri.

“Asal jangan ada pasar baru yang mengkapling lahan di situ, kalau hanya pasar baru karena mengingat mau Ramadhan tidak masalah, tapi kalau mau patenkan itu yang masalah,” ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, menyayangkan sikap dari pemerintah kota yang tidak secepat mungkin melakukan langkah pasti menindaki munculnya pasar-pasar baru yang tanpa izin.

“Tidak boleh itu, ini harus di panggil PD Pasar karena itu tidak bisa muncul begitu saja tidak bisa ada pembiaran karena nanti bisa jadi komunitas di sana,” tegasnya.

Selain itu, Legislator Fraksi PAN ini, menyatakan, seluruh pasar yang baru tidak boleh dimintai retribusi. Pasalnya, jika hal tersebut terjadi, maka para pedagang yang ada di pasar baru tersebut merasa meraka dibiarakan tanpa ada aturan jelas.

“Karena kalau nanti dibuatkan aturan, mereka nanti bisa merontak atau protes dengan alasan mereka selalu dimintai retribusi,” ucapnya. (***)


Tag
  • Pasar Liar
  •  
    div>