MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Pasca BBM Turun, Pemprov Sulsel Siap Turun Normalisasikan Harga

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 19 Januari 2015 21:26

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pemprov Sulsel segera melakukan normalisasi harga pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ke angka Rp6.600 per liter.

Harga kebutuhan pokok hingga saat ini masih sangat tinggi setelah sebelumnya pemerintah pusat menaikkah harga hingga Rp8.500 per liternya.

“Sekarang normalisasi perlahan-lahan, tidak bisa sekaligus. Saat ini,
rapat-rapat dengan tim inflasi di daerah akan memberi masukan apa yang harus dilakukan. Proses normalisasi harga sementara berjalan,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Senin (19/1).

Menurut Syahrul, melakukan normalisasi harga di lapangan tidak semudah itu. Kalau harga sudah naik, menurunkan itu tidak gampang dan tidak ada hukumnya.

“Kalau begitu, harus ada gerakan normalisasi. Tidak turun sekali, tapi
tidak seperti sekarang. Tapi, itu membutuhkan waktu,” ujarnya.

Ia menyatakan, menaikkan atau menurunkan harga bukan pekerjaan gampang di lapangan. Negara lain seperti Singapura bisa seenaknya seperti itu, karena kehidupan masyarakatnya sudah standar of living. Pendapatan masyarakatnya sudah tinggi sehingga tidak tergantung dengan naik turunnya harga.

“Mereka lebih banyak private competition market. Beda kita yang saling ada ketergantungan. Ketika satu teracak, yang lain akan ikut
teresonansi. Jadi tidak gampang. Mungkin di pusat gampang saja, tapi
bagi kami di lapangan tidak,” jelasnya.


div>