SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Pasca Dilantik Prof Andalan Tancap Gas

Reporter:

Suryadi Maswatu - Al Amin

Editor:

MA

Kamis , 06 September 2018 11:08
Pasca Dilantik Prof Andalan Tancap Gas

int

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (5/9).
Usai dilantik pasangan dengan tagline “Prof Andalan” ini akan langsung tancap gas menjalankan visi misinya saat kampanye pada 100 hari kerja pertama memimpin Sulawesi Selatan.
Dalam 100 hari ke depan, NA mengaku akan fokus membenahi birokrasi dan pelayanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel.
Menurutnya, program unggulan yang dijanjikan bersama Andi Sudirman Sulaiman akan berjalan maksimal, apabila ditopang oleh birokrasi yang melayani, berintegritas, bermoral, dan bisa seirama.
“100 hari ke depan kita akan fokus pada pembenahan sektor pelayanan publik seperti perizinan. Bagaimana birokrat-birokrat ini kita ubah menjadi birokrasi yang melayani, yang memberikan kepastian kepada dunia usaha dan semua dilakukan secara transparan,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan yang disajikan oleh pemerintah harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Ia berharap, pemerintah provinsi kedepan harus betul-betul dibackup oleh SDM unggul dan mumpuni.
“Program kita adalah melakukan assessment untuk mengetahui sejauh mana SDM yang kita miliki di Sulawesi Selatan,” ungkap NA.
Jika birokrasi bagus, lanjut NA, program utama akan lebih mudah direalisasikan. Sebab pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan infrastruktur dan membangun konektivitas. Hanya dengan infrastruktur yang bagus, pertumbuhan ekonomi Sulsel akan jauh lebih maju serta merata.
“Ini harus kita benahi, supaya gini rasio kita menjadi kecil dan saya optimistis jika kita bisa menghadirkan pemerintah yang bersih, berintegritas, dan jadikan birokrat yang melayani, Insya Allah orang akan berbondong-bondong masuk ke Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Selain itu, memuluskan seluruh jalan provisi, termasuk memperlebar yang sempit seperti ruas Gowa-Sinjai, menjadi prioritas utama Nurdin Abdullah – Andi Sudirman. Sekaligusa dengan pembenahan bandara perintis seperti, Bandara Bua di Luwu dan Bandara Seko di Luwu Utara.
“Salah satu pekerjaan utama kita adalah menyelesaikan pekerjaan terisolir, daerah tertinggal, itukan masih banyak,” jelasnya.
Ia dan Andi Sudirman juga telah berbagi tugas. Sang wakil akan banyak berperan mengurus pemerintahan. Sedangkan Nurdin Abdullah akan banyak mengurus rakyat, mengurus kabupaten/kota bersama-sama dengan para bupati dan wali kota.
Relawan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman dari PemudaNA, berharap penuh kepada Prof Andalan agar bisa menjadi pemimpin amanah.
Ketua PemudaNA, Supriadi berharap Prof Andalan sanggup menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin di Indonesia lainnya, khususnya pada aspek gaya kepemimpinan tanpa sekat.
“Dan harapan kami beliau mudah menerima kritik dan saran serta di medsos Prof Andalan aktif memantau persoalan-persoalan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Terpisah, Pakar Politik UVRI, Saifuddin Al Mugniy menganjurkan kepada Nurdin Abdullah untuk fokus bekerja untuk rakyat Sulsel dalam menuntaskan janji politiknya pada pilkada lalu.
Sebab, kata dia, jabatan gubernur tentu menyangkut kehidupan masyarakat Sulsel. Karen itu, baiknya Nurdin Abdullah fokus bekerja untuk Sulsel.
“Karena itu adalah utang janji yang harus dibayar kepada masyarakat Sulsel saat kontestasi politik 27 Juni yang lalu,” ungkapnya. (E)


Tag
div>